Tiga Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara AS, Hantam Pangkalan Militer di Yordania

- Selasa, 21 Juli 2026 | 11:25 WIB
Tiga Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara AS, Hantam Pangkalan Militer di Yordania
PARADAPOS.COM - Tiga rudal Iran berhasil menembus pertahanan udara Amerika Serikat dan menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat pekan lalu. Insiden ini menewaskan dua personel dan melukai empat lainnya, sekaligus mengungkap celah keamanan yang mengancam sekitar 50.000 tentara AS yang tersebar di Timur Tengah.

Rudal Iran Lolos dari Sistem Pertahanan AS

Laporan dari The Wall Street Journal mengonfirmasi bahwa ketiga rudal tersebut mampu menghindari intersepsi sistem pertahanan udara AS. Serangan itu menyasar barak-barak prefabrikasi di pangkalan militer tersebut. Tim penyelamat masih bekerja di lokasi, dan jenazah korban lain ditemukan namun identitasnya belum dapat dipastikan. Kejadian ini menyoroti kerentanan pasukan AS di kawasan yang rawan konflik. Iran, menurut analisis intelijen, masih memiliki persediaan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar yang siap diluncurkan kapan saja.

Korban Berjatuhan dalam Gelombang Serangan

Sementara itu, CBS News mengutip pernyataan pejabat Departemen Pertahanan AS pada Senin kemarin. Hampir 100 anggota militer AS dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan Iran selama sepekan terakhir terhadap pangkalan-pangkalan di Timur Tengah. “Kami melihat peningkatan signifikan dalam frekuensi dan akurasi serangan,” ujar seorang pejabat Pentagon yang enggan disebutkan namanya. Pada 18 Juli lalu, Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi dua tentara tewas dan satu lainnya hilang dalam serangan terpisah. Serangan terhadap pangkalan di Yordania itu sendiri merupakan salah satu dari tiga serangan rudal berbeda yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam pada Jumat pekan lalu.

Intensitas Serangan Meningkat

Militer Iran terus mengintensifkan operasi ofensifnya terhadap pangkalan-pangkalan AS di berbagai negara Timur Tengah. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pembalasan atas gempuran yang dilakukan oleh Amerika. Belakangan, sasaran serangan Iran mulai meluas ke infrastruktur umum, termasuk jembatan dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Situasi di lapangan semakin memanas. Para analis militer memperingatkan bahwa kemampuan AS untuk melindungi puluhan ribu personelnya di kawasan tersebut kini berada dalam ujian berat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar