100 Tentara Israel Tinggalkan Pangkalan Militer Akibat Hukuman Komandan atas Insiden Papan Tanda

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:25 WIB
100 Tentara Israel Tinggalkan Pangkalan Militer Akibat Hukuman Komandan atas Insiden Papan Tanda

PARADAPOS.COM - Sekitar 100 tentara infanteri Israel dari Batalyon Tzabar, Brigade Givati, meninggalkan pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan pada Kamis lalu sebagai bentuk protes. Aksi desersi massal ini dipicu oleh insiden penghancuran papan tanda dekoratif oleh komandan batalyon, yang kemudian berujung pada hukuman penjara 30 hari bagi 14 tentara dan pemecatan permanen dari tugas tempur oleh Komandan Brigade Givati, Kolonel Netanel Shamaka. Peristiwa ini menyoroti ketegangan internal di tubuh militer Israel, yang juga diduga dipicu oleh perlakuan buruk terhadap prajurit.

Militer Israel (IDF) secara resmi mengumumkan hukuman tersebut pada Sabtu. Para tentara yang dijatuhi hukuman penjara militer juga secara permanen dicopot dari tugas tempur mereka. Keputusan ini diambil setelah rentetan peristiwa yang dimulai dengan protes massal di pangkalan Sde Teiman.

Akar Masalah: Papan Tanda dan Tradisi

Insiden ini bermula ketika komandan batalyon menghancurkan papan tanda dekoratif yang dipasang oleh para pasukan. Menurut klaim para tentara, papan tanda tersebut merupakan bagian dari tradisi kompi mereka. Namun, pihak militer memiliki pandangan berbeda. Mereka menyatakan bahwa materi pada papan tanda tersebut mengandung unsur yang dimaksudkan untuk merendahkan tentara pemula. Hal ini menjadi sensitif mengingat sejarah perpeloncoan di kalangan infanteri IDF terhadap rekrutan baru.

Desersi massal ini tidak hanya dipicu oleh soal papan tanda semata. Ada indikasi kuat bahwa perlakuan buruk oleh komandan menjadi pemicu utama meluapnya kemarahan para prajurit. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan para tentara berbaris keluar dari pangkalan sambil meneriakkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada para perwira.

Rekaman dan Barang Bukti di Lokasi

Rekaman lain dari dalam pangkalan memperlihatkan pemandangan yang tak biasa: tumpukan senjata yang ditinggalkan secara tidak teratur oleh para tentara. Di dekatnya, terlihat puing-puing rambu yang telah dicopot. Salah satu rambu yang menjadi perhatian memiliki motif mengerikan dengan tulisan "Kerajaan Setan." Pemandangan ini menggambarkan suasana kacau dan penuh emosi yang terjadi pada saat itu.

Komandan pasukan Givati memberikan tenggat waktu kepada para prajurit untuk kembali ke Sde Teiman hingga pukul 4 sore pada hari yang sama, atau menghadapi konsekuensi. Para perwira menegaskan bahwa nama-nama prajurit yang tidak hadir akan diteruskan ke Polisi Militer untuk penanganan lebih lanjut. Pada malam harinya, sebagian besar pasukan dilaporkan telah kembali ke pangkalan, meskipun satu peleton yang berjumlah sekitar 30 hingga 40 prajurit masih belum kembali.

Konsekuensi dan Tindakan Disiplin

Pada Jumat, IDF mengumumkan langkah lanjutan. Sekitar 80 prajurit yang telah kembali akan diwajibkan untuk tinggal di pangkalan selama akhir pekan. Mereka akan menjalani proses komando dan pendidikan yang bertujuan untuk memperkuat disiplin, nilai-nilai, dan norma-norma kemiliteran. Sementara itu, dua prajurit yang kembali belakangan akan dijatuhi hukuman menyusul, dan satu prajurit lainnya belum kembali ke pangkalan hingga saat itu.

Menariknya, pihak militer pada Kamis menyatakan dukungannya terhadap tindakan komandan batalyon yang menurunkan papan nama dekoratif tersebut. Sementara itu, Komandan Brigade, Kolonel Netanel Shamaka, bersama komandannya, Komandan Divisi ke-162 Brigadir Jenderal Sagiv Dahan, datang langsung ke pangkalan Sde Teiman untuk berdialog dengan para prajurit mengenai insiden ini.

Pernyataan Komandan Brigade

Dalam sebuah surat terbuka kepada pasukannya, Kolonel Shamaka menyampaikan apresiasinya. "Selama perang, kalian telah membuktikan komitmen kalian terhadap misi. Kalian berjuang dengan gagah berani, mempertaruhkan nyawa kalian di semua sektor pertempuran," tulisnya.

Namun, ia juga menegaskan sikap tegasnya terhadap pelanggaran disiplin. "Justru karena apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam ini, insiden disiplin yang baru-baru ini terjadi di Batalyon Tzabar adalah peristiwa serius yang tidak memiliki tempat di IDF secara umum, maupun di Brigade Givati secara khusus," tegasnya dalam surat tersebut.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar