PARADAPOS.COM - Dua tentara cadangan Israel tewas setelah sebuah bom meledak di dalam bangunan yang mereka masuki di Desa Majdal Zoun, Lebanon Selatan, pada Rabu (5/8/2026). Insiden yang menewaskan Harel Birenstock dan Tamir Vaknin ini terjadi di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan perbatasan, dan militer Israel langsung merespons dengan serangan udara ke wilayah sekitarnya.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa tersebut dan mengidentifikasi kedua prajurit sebagai bagian dari pasukan cadangan. Peristiwa ini menjadi sorotan karena lokasi kejadian disebut-sebut tidak memiliki kehadiran Hizbullah, menjadikannya titik yang tidak lazim untuk sebuah serangan.
Lokasi yang Tidak Diduga
Desa Majdal Zoun berada di bawah kendali pendudukan militer Zionis. Posisinya yang dekat dengan Al Mansouri membuat kawasan ini dianggap relatif tenang, jauh dari garis depan pertempuran utama.
“Desa itu terletak dekat dengan Al Mansouri. Tidak ada kehadiran Hizbullah di sana, sehingga insiden ini menjadi penting,” demikian laporan jurnalis Al Jazeera, Kamis (6/8/2026).
Ketiadaan aktivitas Hizbullah di wilayah tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana jebakan bom itu bisa dipasang. Beberapa pengamat menilai hal ini menunjukkan celah intelijen yang serius di pihak militer Israel, sementara yang lain menduga adanya operasi senyap yang berhasil lolos dari deteksi.
Pembalasan dan Eskalasi
Tak butuh waktu lama bagi IDF untuk bereaksi. Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan serangan pembalasan di berbagai penjuru Lebanon selatan. Mereka menyebut operasi ini sebagai respons atas pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata oleh Hizbullah, meskipun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya—militer Israel lebih sering tercatat melanggar kesepakatan tersebut.
Juru bicara IDF Ella Waweya mengeluarkan perintah pengusiran paksa terhadap penduduk Al Mansouri. Warga sipil didesak untuk meninggalkan rumah mereka dan bergerak menuju utara sebelum gelombang serangan dimulai. Perintah evakuasi mendadak ini memicu kepanikan di kalangan warga yang baru saja menikmati masa tenang relatif.
Serangan Udara di Tibnin
Israel juga melancarkan serangan udara yang menargetkan Kota Tibnin. Pesawat tempur menghantam atap sebuah bangunan, menewaskan satu orang dan melukai 12 lainnya. Korban luka dilaporkan dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi bervariasi, beberapa di antaranya kritis.
Serangan ini menambah panjang daftar kekerasan yang terjadi sejak gencatan senjata yang rapuh itu disepakati. Alih-alih mereda, eskalasi justru terus berlanjut dengan kedua pihak saling menuding melanggar perjanjian.
Korban Jiwa yang Terus Bertambah
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat angka yang memprihatinkan. Sejak 2 Maret, hari pertama pecahnya perang terbaru melawan Hizbullah, sedikitnya 4.333 orang tewas dan 12.250 lainnya luka-luka hingga hari ini.
Angka ini mencerminkan betapa mahalnya konflik yang berlarut ini bagi warga sipil Lebanon. Banyak dari korban adalah penduduk biasa yang terjebak di tengah baku tembak antara militer Israel dan pejuang Hizbullah. Rumah sakit di Lebanon selatan dilaporkan kewalahan menangani lonjakan korban, sementara pasokan medis semakin menipis.
Situasi di lapangan masih jauh dari kata kondusif. Gencatan senjata yang disepakati tampaknya hanya menjadi formalitas belaka, sementara eskalasi militer terus berlanjut di berbagai titik. Masyarakat internasional yang sebelumnya menyerukan deeskalasi kini kembali dihadapkan pada realitas pahit bahwa perdamaian di kawasan ini masih menjadi mimpi yang sulit diwujudkan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menlu Korsel Akui Upaya Mediasi Indonesia untuk Pertemuan dengan Korut Ditolak Pyongyang
Patung Figuratif Wanita di Pameran Desert X AlUla Picu Protes Publik Arab Saudi
Iran Usulkan Aliansi Keamanan Negara Muslim untuk Gantikan Peran Kekuatan Asing di Timur Tengah
Pencarian Korban Gempa Kumamoto Dihentikan, 36 Tewas dan Tak Ada Lagi yang Hilang