Banjir Bandang New York Tewaskan 2 Orang: Kronologi, Korban, dan Penyebab

- Minggu, 02 November 2025 | 08:10 WIB
Banjir Bandang New York Tewaskan 2 Orang: Kronologi, Korban, dan Penyebab

Banjir Bandang New York Tewaskan 2 Orang, Ini Kronologi Lengkapnya

Kota New York dilanda banjir bandang parah pada Kamis, 30 Oktober 2025, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban ditemukan terperangkap di basement gedung masing-masing setelah hujan deras dengan intensitas tinggi membanjiri berbagai wilayah.

Kronologi Banjir Bandang New York

Hujan deras yang melanda New York dengan cepat menyebabkan air meluap dan membanjiri jalan raya, gedung-gedung basement, serta stasiun kereta bawah tanah. Pemerintah kota menerima lebih dari 800 laporan ke layanan darurat 311 terkait banjir sepanjang hari Kamis.

Korban Meninggal dalam Banjir New York

Korban pertama diidentifikasi sebagai Aaron Akaberi (39), yang meninggal saat berusaha menyelamatkan anjing peliharaannya di apartemen basementnya di Kingston Avenue, Brooklyn. Setelah berhasil menyelamatkan satu anjing, Akaberi kembali ke basement untuk menyelamatkan anjing kedua namun tidak pernah kembali.

Tim penyelam FDNY berhasil mengevakuasi tubuhnya yang kemudian dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Kings County. Menurut NYPD, apartemen basement tersebut beroperasi secara ilegal dan tidak memenuhi standar fasilitas keselamatan.

Korban kedua adalah Juan Carlos Montoya Hernandez (43), yang ditemukan meninggal di ruang ketel yang terendam banjir di Washington Heights. Hernandez yang dikenal sebagai Carlito diduga meninggal akibat tersengat listrik saat berusaha memompa air yang menggenangi gedung di kawasan West 175th Street.

Penyebab Banjir di New York

Kantor Perlindungan Lingkungan Kota New York mengungkapkan sistem pembuangan limbah kota hanya dirancang menampung curah hujan maksimal 1,75 inci per jam. Sementara hujan deras Kamis lalu mencapai 6 inci per jam di beberapa area, jauh melebihi kapasitas sistem drainase.

Peringatan untuk Penghuni Basement

Pemerintah kota telah memberikan peringatan kepada penghuni apartemen basement tentang risiko banjir bandang, mengingat tragedi serupa pernah terjadi pasca-Badai Ida pada September 2021 yang menewaskan 13 orang, dengan 11 korban ditemukan di basement yang terendam air.

Pembersihan saluran air terus dilakukan pada hari Jumat pasca-banjir bandang ini untuk memulihkan kondisi kota.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar