5 Pesepak Bola Top Dunia yang Hina Indonesia dengan Komentar Pedas
Liga Indonesia pernah dihuni oleh banyak pesepak bola top dunia dengan karier gemilang di Eropa. Namun, pengalaman mereka di Tanah Air tidak selalu berjalan mulus. Beberapa dari mereka justru meninggalkan Indonesia dengan kesan buruk dan bahkan melontarkan pernyataan yang dianggap menghina. Siapa sajakah mereka?
Berikut adalah daftar 5 pesepak bola top dunia yang hina Indonesia dengan komentar kontroversial mereka setelah hengkang.
5. Kevin van Kippersluis
Kevin van Kippersluis adalah pemain yang memiliki rekam jejak solid di Liga 2 Belanda dengan 176 penampilan. Pada 2018, ia memutuskan bergabung dengan Persib Bandung. Sayangnya, performanya di Liga 1 2018 tidak memuaskan, hanya mencetak 2 gol dari 15 pertandingan.
Setelah kontraknya tidak diperpanjang, Van Kippersluis mengungkapkan penyesalannya. Dalam wawancara dengan Voetbal International, ia menyatakan, "Saya pergi ke Indonesia terlalu cepat. Saya merindukan sepakbola Belanda yang lebih taktikal. Kehidupan saya bagus di Indonesia, tapi tidak dalam urusan sepakbola."
4. Sylvano Comvalius
Sylvano Comvalius adalah striker yang langsung menjadi top skor Liga 1 2017 dengan 37 gol untuk Bali United. Meski sukses secara individu, kariernya di Indonesia berakhir dengan kekecewaan.
Ia merasa klubnya dirugikan oleh penyelenggara kompetisi saat Bhayangkara FC dianugerahi kemenangan 3-0 atas Mitra Kukar akibat pemain yang tidak eligible. Di Instagram, Comvalius menulis sindiran pedas, "Selamat datang di sirkus. Siapa yang ingin melihat keajaiban?" yang dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap sistem sepakbola Indonesia.
3. Boubacar Sanogo
Boubacar Sanogo adalah striker yang pernah membela klub-klub top Eropa seperti Werder Bremen dan Hamburg SV. Pada 2017, ia membela Madura United, namun kontraknya dipecat hanya dalam waktu tiga bulan.
Sanogo kemudian memberikan pernyataan pedas kepada media T-Online. Ia mengkritik fasilitas latihan yang menurutnya memprihatinkan. "Saya tidak suka di sana. Strukturnya sangat memprihatinkan. Kami bahkan tidak memiliki ruang ganti dan shower di tempat latihan," ujarnya.
2. Carlton Cole
Carlton Cole, mantan striker Chelsea dan Timnas Inggris, datang ke Persib Bandung dengan harapan tinggi sebagai marquee player. Namun, ia gagal total dengan catatan nol gol dari lima pertandingan.
Ketika performanya disalahkan sebagai penyebab buruknya tim, Cole membalas melalui akun Twitter-nya, @CarltonCole1. Ia menulis, "Saya disalahkan? Saya merasa kasihan kepada pemain Persib dan juga fans Persib karena mereka berurusan dengan hal bodoh. Kalian layak mendapatkan hasil yang lebih baik."
1. Anco Jansen
Anco Jansen, pemain yang pernah membela klub Belanda seperti PEC Zwolle dan FC Groningen, membela PSM Makassar selama pandemi. Setelah hengkang, ia memberikan pernyataan yang paling kontroversial.
Dalam podcast Voetbalpraat, Jansen menyindir, "Saya main di sana (Indonesia) saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan Instagram sangat populer di sana." Ia juga menambahkan, "Kalau gagal mencetak gol, saya mendapat saran agar jangan melihat media sosial selama dua hari." Komentar ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap kondisi sosial Indonesia.
Itulah kelima pesepak bola top dunia yang hina Indonesia melalui berbagai pernyataan dan sindiran pedas setelah pengalaman kurang menyenangkan mereka bermain di Liga 1. Kisah mereka menjadi pelajaran bahwa kesuksesan di Eropa tidak selalu bisa diulang di Indonesia, dan perbedaan budaya serta sistem seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang Melonjak 247 Persen
Mudik Lebaran 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah, Perputaran Uang Capai Ratusan Triliun
Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Tak Naik Jelang Idulfitri 2026
Flick Akui Tantangan Fisik Newcastle Jelang Laga Penentu di Camp Nou