Hary Tanoesoedibjo: Kunci Partai Perindo Jadi Partai Besar di Indonesia

- Minggu, 02 November 2025 | 18:55 WIB
Hary Tanoesoedibjo: Kunci Partai Perindo Jadi Partai Besar di Indonesia

Hary Tanoesoedibjo Yakin Partai Perindo Akan Jadi Partai Besar

Ketua Majelis Persatuan Partai (MPP) Perindo, Hary Tanoesoedibjo, menyatakan keyakinannya bahwa Partai Perindo akan berkembang menjadi partai besar di Indonesia. Keyakinan ini disampaikan dalam Rakernas dan Syukuran HUT ke-11 Partai Perindo di Ancol, Jakarta Utara.

Konsistensi Kunci Kesuksesan Partai Perindo

Hary Tanoesoedibjo menekankan bahwa kesuksesan Partai Perindo bergantung pada konsistensi kader dalam menjaga tujuan dan semangat partai. Menurutnya, kesuksesan dalam politik bukan sekadar perhitungan matematis, tetapi dapat dicapai melalui terobosan-terobosan relevan yang tepat sasaran.

Belajar dari Konsistensi Prabowo Subianto

Hary mencontohkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto yang konsisten mengikuti Pilpres sejak 2004 hingga akhirnya memenangkan pemilu 2024. "Dari pengalaman Pak Prabowo, kita belajar bahwa konsistensi akhirnya membuahkan hasil," ujarnya.

Inspirasi dari Donald Trump

Selain Prabowo, Hary juga menyoroti ketekunan Donald Trump yang berhasil menjadi Presiden AS meski menghadapi berbagai tantangan hukum dan politik. Kisah ini dijadikan contoh bahwa kesuksesan tidak selalu berjalan linear.

Visi Partai Perindo Menuju Partai Besar

Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa dengan konsistensi dan semangat yang tepat, Partai Perindo memiliki potensi besar untuk menjadi partai yang signifikan dalam peta politik Indonesia.

Pernyataan Ketua Umum Partai Perindo

Ketua Umum Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, menambahkan bahwa kemenangan pemilu bukan tujuan akhir. "Kemenangan karena kepercayaan itu luar biasa, dan kita harus siap dengan gagasan serta eksekusi untuk kesejahteraan rakyat," tegas Angela.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar