Mayjen Israel Yifat Tomer Yerushalmi Dipenjara: Kronologi Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

- Selasa, 04 November 2025 | 04:15 WIB
Mayjen Israel Yifat Tomer Yerushalmi Dipenjara: Kronologi Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

Mayjen Israel Yifat Tomer Yerushalmi Dipenjara Usai Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

Perwira tinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Mayor Jenderal Yifat Tomer Yerushalmi resmi dijebloskan ke penjara. Mantan pengacara utama militer Israel ini dihukum karena membocorkan video penyiksaan terhadap tahanan Palestina di penjara.

Kronologi Skandal Penyiksaan Tahanan Palestina

Kasus ini berawal ketika Yerushalmi mengungkap bukti penyiksaan tahanan Palestina oleh tentara Israel. Dia membiarkan video penyiksaan tersebut beredar ke publik melalui siaran televisi nasional. Namun, aksinya justru berbalik menjadi bumerang yang memicu kritik keras dari pemimpin politik garis keras Israel.

Pengunduran Diri dan Penghilangan Diri

Yerushalmi terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya pekan lalu di bawah tekanan politik. Setelah pengunduran dirinya, dia meninggalkan pesan rahasia untuk keluarganya di mobil dan kemudian menghilang. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran bahwa dia bunuh diri, sehingga dilakukan pencarian besar-besaran dengan melibatkan drone militer.

Ditemukan Hidup dan Menghadapi Konsekuensi

Pada Minggu (2/11/2025) malam, Yerushalmi berhasil ditemukan dalam kondisi hidup di sebuah pantai Tel Aviv. Penemuannya ini justru menambah kebencian terhadap dirinya dari kelompok sayap kanan Israel. Yinon Magal, sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bahkan menulis ancaman hukuman gantung melalui media sosial X.

Perpanjangan Masa Tahanan

Dalam sidang pada Senin (3/11/2025), hakim memutuskan untuk memperpanjang penahanan Yerushalmi hingga Rabu. Dia menghadapi tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan menghalangi penyelidikan hukum. Saat ini Yerushalmi ditahan di penjara khusus wanita sementara penyelidikan atas tindakannya terus berlanjut.

Dampak Skandal terhadap Militer Israel

Kasus ini menunjukkan bahwa dua tahun perang di Gaza tidak menyelesaikan krisis internal Israel. Yerushalmi menjadi pejabat kejaksaan militer Israel terbaru yang terpaksa meninggalkan jabatannya, yang akan digantikan oleh orang-orang yang dianggap loyal kepada Netanyahu.

Media Israel juga melaporkan bahwa mantan kepala jaksa militer Kolonel Matan Solomesh turut ditangkap terkait penyelidikan kebocoran ini, meskipun kantor perdana menteri menolak berkomentar mengenai penangkapan tersebut.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler