Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Tol Trans Jawa Antisipasi Puncak Mudik 2026

- Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25 WIB
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Tol Trans Jawa Antisipasi Puncak Mudik 2026

PARADAPOS.COM - Peningkatan volume kendaraan jelang puncak arus mudik Lebaran 2026 mendorong penerapan rekayasa lalu lintas di sepanjang Tol Trans Jawa. Pada Selasa (17/3/2026) malam, petugas mulai menerapkan skema contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek, menyusul penerapan one way lokal di ruas lain beberapa jam sebelumnya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran perjalanan pemudik menuju wilayah Jawa Timur.

Penerapan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek

Berdasarkan pantauan di lapangan, rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow resmi diterapkan mulai pukul 20.43 WIB. Skema ini berlaku di kilometer 55 hingga kilometer 70 arah Cikampek. Penerapannya merupakan hasil diskresi dan koordinasi intensif antara pengelola jalan tol dengan pihak kepolisian, menanggapi lonjakan keningkatan volume kendaraan yang terpantau secara real-time.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama di tengah situasi ini.

"Saat ini volume lalu lintas terpantau meningkat, sehingga kami terus mengimbau pengguna jalan Tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol," ujarnya.

Dukungan untuk Skema One Way Lokal

Sebelum contraflow diberlakukan, upaya pengaturan arus sudah dimulai lebih dini. Sejak pukul 15.18 WIB di hari yang sama, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah mendukung penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal. Skema ini membentang dari KM 70 Ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Ruas Tol Pejagan-Pemalang. Sama seperti contraflow, kebijakan ini juga dijalankan atas pertimbangan dan arahan dari kepolisian.

Langkah-langkah teknis ini bukanlah tindakan tunggal, melainkan bagian dari strategi besar yang melibatkan sinergi antar lembaga. Kolaborasi antara Jasa Marga Group, Kepolisian RI, dan Kementerian Perhubungan difokuskan untuk menciptakan distribusi kendaraan yang lebih lancar, khususnya pada koridor utama menuju arah timur Pulau Jawa.

Kesiapan Operasional Menyambut Puncak Arus Mudik

Menyambut periode puncak, JTT telah menyiapkan sejumlah langkah operasional di sepanjang ruas Tol Trans Jawa. Kesiapan di lapangan meliputi penyediaan rambu-rambu dan traffic cone yang memadai untuk mendukung setiap skema pengaliran arus lalu lintas. Petugas layanan dan pengamanan juga telah ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengawasi dan membantu pengendara.

Tidak hanya di jalan utama, kesiapan juga ditingkatkan di gerbang tol dengan mengoptimalkan kapasitas dan kesiagaan gardu. Di sisi fasilitas pendukung, pengelola memastikan ketersediaan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area. Kapasitas rest area akan diatur secara dinamis dengan mekanisme buka-tutup situasional untuk mencegah penumpukan kendaraan di dalam area, sehingga kenyamanan dan keamanan pemudik tetap terjaga selama perjalanan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar