Pemprov Jateng Gelar Mudik Gratis, 325 Bus Antar 19 Ribu Perantau

- Selasa, 17 Maret 2026 | 19:50 WIB
Pemprov Jateng Gelar Mudik Gratis, 325 Bus Antar 19 Ribu Perantau

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program mudik gratis bagi perantau, dengan ratusan bus mulai diberangkatkan dari Jakarta pada Selasa (17/3). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung melepas keberangkatan ribuan warga yang akan pulang ke kampung halaman di TMII, Jakarta. Program tahunan ini bertujuan meringankan beban ekonomi, terutama bagi pekerja sektor informal, dan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga perusahaan BUMN dan swasta.

Dukungan Luas untuk Tradisi Mudik

Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi tradisi mudik masyarakat. Ia menyebutkan bahwa ratusan bus telah disiapkan untuk menjangkau seluruh wilayah di Jawa Tengah.

"Mudik merupakan suatu tradisi masyarakat Jawa Tengah. dan kami sudah menyiapkan bus yang akan mengantarkan pemudik ke semua daerah di Jateng," ujarnya.

Rincian armada menunjukkan skala program yang masif. Sebanyak 325 unit bus dikerahkan, berasal dari berbagai sumber. Kontribusi terbesar datang dari Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah sebanyak 175 bus, diikuti oleh Pemprov Jateng (70 bus), Bank Jateng (53 bus), PT Jasa Raharja (17 bus), PT Semen Gresik (8 bus), serta Perum Perumnas dan Aqua yang masing-masing menyumbang satu bus.

Antusiasme Masyarakat Terus Meningkat

Program ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Jumlah peserta tahun ini tercatat sekitar 19 ribu orang, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Gubernur Luthfi melihat hal ini sebagai indikasi bahwa bantuan transportasi gratis benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Jumlah pemudik meningkat dari tahun lalu, masyarakat lebih tertarik karena gratis sehingga bisa menghemat pengeluaran mereka," jelasnya.

Program ini secara khusus menyasar perantau dengan kondisi ekonomi terbatas, seperti pedagang kecil, pekerja harian, asisten rumah tangga, penyandang disabilitas, dan pengemudi ojek. Luthfi menyebut mereka sebagai pahlawan devisa yang layak mendapat perhatian. Kolaborasi antar lembaga, menurutnya, menjadi kunci utama dalam meringankan beban mereka untuk bersilaturahmi.

Komitmen dari Mitra Pendukung

Dukungan tidak hanya datang dari instansi pemerintah. Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, mengungkapkan kebahagiaan perusahaannya dapat berkontribusi. Fokus mereka adalah memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik selama perjalanan panjang.

"Kami siap untuk menemani perjalanan para pemudik, karena penting untuk memenuhi kebutuhan hidrasi selama perjalanan mudik yang panjang ini, karena menjaga kebutuhan hidrasi akan sangat berpengaruh terhadap fokus dan kesegaran pemudik selama perjalanan," tutur Karyanto.

Rasa Syukur dari Para Pemudik

Di lapangan, rasa lega dan syukur terpancar jelas dari para peserta. Arif, seorang pemudik asal Klaten, mengaku bisa menghemat pengeluaran hingga Rp7 juta untuk ongkos transportasi dan konsumsi pulang-pergi bagi seluruh keluarganya. Penghematan yang signifikan itu dapat dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

"Alhamdulilah saya berterima kasih kepada semuanya karena sudah memudahkan perjalanan kami ke kampung halaman," kata Arif.

Pengalaman serupa diungkapkan Wahyu Suryana, pedagang kopi keliling asal Wonogiri yang baru pertama kali mengikuti program ini. Dengan penghasilan harian yang tidak menentu, biaya mudik yang mencapai ratusan ribu rupiah per tiket menjadi beban berat. Keikutsertaannya dalam program gratis ini memberikan angin segar bagi rencana reuni keluarga.

"Sekarang kalau dihitung satu 1 tiket sekarang bisa Rp700 ribu, daripada ngeluarin duit mending ikut ini dapet gratis," ungkap Wahyu yang berangkat bersama orang tuanya.

Harapannya sederhana: program sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas jangkauannya di tahun-tahun mendatang, sehingga lebih banyak lagi perantau yang bisa merasakan kemudahan pulang ke rumah.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar