PARADAPOS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran. Sosialisasi ini menyasar warga yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama, dengan fokus pada langkah-langkah praktis mengamankan instalasi listrik dan gas. Upaya ini berjalan beriringan dengan instruksi patroli keamanan rumah kosong dari Wali Kota Jakarta Timur, menciptakan dua lapis pengamanan selama masa kepulangan massal tersebut.
Imbauan Langsung ke Masyarakat
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan jauh hari sebelum puncak arus mudik. Tujuannya jelas: meminimalisir risiko kebakaran saat rumah-rumah dalam keadaan kosong. "Pencegahan kasus kebakaran terus disosialisasikan agar tidak ada lagi kasus kebakaran saat warga sedang mudik ke kampung halamannya masing-masing," ujarnya.
Secara teknis, upaya ini diwujudkan dengan membagikan 1.495 stiker dan lembaran imbauan yang disebarkan oleh personel di 65 kelurahan. Setiap kelurahan mendapat jatah 23 stiker dan 23 lembar untuk ditempelkan di titik-titik strategis.
Muchtar menambahkan, "Setiap personel di kelurahan menempelkan stiker dan lembaran di tempat-tempat yang mudah dilihat orang, seperti di sekretariat RT/RW, posyandu, majalah dinding (mading) warga dan sebagainya."
Langkah Pencegahan yang Diimbau
Materi sosialisasi tersebut berisi panduan konkret yang mudah diterapkan. Poin utamanya adalah kehati-hatian terhadap peralatan listrik dan gas, yang kerap menjadi sumber awal kebakaran. Warga diingatkan untuk mencabut steker listrik yang tidak digunakan, menghindari colokan bertumpuk, dan hanya memakai peralatan berstandar SNI.
Khusus untuk kompor gas, imbauannya tegas: cabut regulator jika bepergian lama dan jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Muchtar juga mengingatkan bahaya lain di sekitar rumah. "Kami ingatkan juga untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan karena dapat berpotensi kebakaran," tuturnya.
Selain itu, ia mengimbau warga untuk melaporkan rencana kepergiannya kepada pengurus RT/RW atau tetangga. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan.
Koordinasi Pengamanan Rumah Kosong
Di sisi lain, upaya pencegahan tidak hanya fokus pada bahaya kebakaran. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, telah menginstruksikan jajaran pemerintahan hingga tingkat kelurahan untuk memperkuat patroli keamanan. Ini merupakan antisipasi terhadap potensi tindak kriminal, seperti pencurian, yang kerap meningkat saat banyak rumah ditinggal penghuninya.
"Nanti di grup juga saya akan tekankan lagi kepada Pak Camat agar melakukan koordinasi setingkat kecamatan dengan Kapolsek dan Danramil soal patroli rumah kosong," kata Munjirin.
Koordinasi lintas sektor ini melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur masyarakat. Patroli tidak hanya dilakukan di posko pengamanan, tetapi juga menyusuri permukiman warga hingga tingkat RT dan RW, menciptakan jaringan pengawasan yang lebih rapat.
Layanan Darurat Tetap Berjalan
Muchtar Zakaria menegaskan bahwa layanan darurat pemadaman dan penyelamatan tetap beroperasi penuh selama periode libur. Masyarakat dapat menghubungi nomor panggilan darurat 112 atau langsung mendatangi pos pemadam terdekat jika membutuhkan bantuan. Layanan ini diberikan secara gratis.
Dengan kombinasi antara sosialisasi pencegahan aktif dari Gulkarmat dan patroli keamanan yang diperketat, pemkot berharap warga Jakarta Timur dapat mudik dengan tenang, meninggalkan rumah dalam keadaan aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Memuncak di Bakauheni, Antrean Kendaraan Membeludak
Mantan Penasihat Kontraterorisme Trump, Joe Kent, Bertarung ke Kongres Usung Isu Anti Perang Abadi
Transaksi Digital BI Tembus 4,67 Miliar, QRIS Melonjak 133% pada Februari 2026
Kemenhaj Tetapkan Aturan Baru Pilihan Jenis Haji dan Mekanisme Pembayaran Dam