PARADAPOS.COM - Seorang petugas pemadam kebakaran di Jakarta menjadi korban pemukulan oleh seorang pria yang sebelumnya ia layani dengan memesankan kopi. Insiden yang terekam dan viral di media sosial ini terjadi di Kantor Damkar Pinang pada Jumat (10/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB, mengakibatkan petugas tersebut mengalami luka di bagian pelipis mata. Kapolsek Pinang, Iptu Adit, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Kronologi Awal Insiden
Berdasarkan keterangan awal dari korban yang dihimpun pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika seorang pria datang ke kantor Damkar Pinang. Pria tersebut, yang belakangan dilaporkan sebagai pelaku, disebutkan "numpang kopi" atau meminta dipesankan minuman. Petugas damkar yang menjadi korban pun memenuhi permintaan itu dengan syarat agar pria tersebut tidak membuat keributan.
"Ini kita baru periksa pihak damkarnya ya. Kalau keterangannya itu, yang bersangkutan (terlapor), main ke kantor Damkar Pinang, numpang kopi bahasanya. Dipeseninlah sama korban, 'silakan aja yang penting jangan macam-macam', sudah, habis itu ribut," jelas Adit kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Viral di Media Sosial dan Kondisi Korban
Video yang beredar luas di platform sosial menunjukkan suasana tegang di lokasi kejadian. Tampak dua pria dan dua wanita yang terlibat keributan. Dalam rekaman itu, seorang petugas damkar terlihat mengawasi situasi sebelum seorang wanita melemparkan suatu barang ke arahnya. Aksi pemukulan terhadap petugas tersebut pun terjadi kemudian.
Akibat serangan itu, petugas damkar mengalami cedera yang cukup serius di bagian kepala. Kapolsek Adit memberikan penjelasan lebih rinci mengenai luka yang diderita korban.
"Ada luka di bagian pelipis sebelah kiri, pecah pelipisnya," jelas dia.
Langkah Penyidikan Berlanjut
Polda Metro Jaya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap motif dan alur kejadian sepenuhnya. Hingga laporan ini dibuat, pihak kepolisian baru mengambil keterangan dari korban. Mereka berencana untuk memanggil dan memeriksa pihak terlapor dalam waktu dekat guna mendapatkan versi cerita yang lengkap.
"Nah yang terlapor baru hari Kamis nanti kita panggil," ujarnya.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan dan risiko yang dihadapi petugas lapangan, termasuk damkar, dalam menjalankan tugas sehari-hari di tengah masyarakat. Proses hukum diharapkan dapat berjalan untuk menegakkan keadilan atas tindak kekerasan yang terjadi.
Artikel Terkait
Persib Bandung Incar Tiket Fase Gugur Piala Presiden 2026, Tujuh Pilar Absen Lawan DPMM FC
Videotron Pemkab Melawi Diduga Diretas, Tayangkan Konten Asusila di Jalur Utama Kota
Pembelian Asuransi Perjalanan ke Schengen Melonjak 107,6 Persen, Tanda Wisatawan RI Makin Sadar Risiko
Persija Jakarta Kalah 0-1 dari Persebaya di Laga Perdana Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong Soroti Miskomunikasi dan Persiapan Singkat