Indonesia dan Inggris Luncurkan Program Kemitraan Maritim Senilai 5 Miliar Pound, Targetkan Modernisasi 1.582 Kapal Perikanan

- Jumat, 24 April 2026 | 02:25 WIB
Indonesia dan Inggris Luncurkan Program Kemitraan Maritim Senilai 5 Miliar Pound, Targetkan Modernisasi 1.582 Kapal Perikanan
PARADAPOS.COM - Indonesia dan Inggris resmi meluncurkan program kerja sama maritim bertajuk Maritime Partnership Programme (MPP) pada Kamis (23/4/2026) di Jakarta. Inisiatif yang digagas oleh Babcock International Group bersama Kedutaan Besar Inggris dan Kamar Dagang Inggris (Britcham) ini mencakup pengadaan lebih dari 1.000 kapal, penciptaan ribuan lapangan kerja, serta pendanaan hingga 5 miliar poundsterling dari UK Export Finance. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, memodernisasi sektor perikanan, dan mempererat hubungan strategis kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

Fokus pada Modernisasi Armada Perikanan

Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan sekitar 1.582 kapal perikanan dalam berbagai ukuran, mulai dari 30 GT hingga 500 GT. Kapal-kapal ini akan dilengkapi teknologi modern seperti fish finder dan sistem monitoring. Proses pembangunannya akan melibatkan galangan kapal dalam negeri setelah melalui evaluasi bersama mitra dari Inggris. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari percepatan modernisasi sektor perikanan nasional. "Program ini dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menggabungkan teknologi, logistik efisien, dan tenaga kerja tersertifikasi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa modernisasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperbaiki kualitas hasil tangkapan agar mampu bersaing di pasar global. Kapal pertama ditargetkan sudah beroperasi dalam 12 bulan ke depan dengan desain yang disesuaikan untuk karakter perairan Indonesia.

Dukungan Pendanaan dan Dampak Ekonomi

Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather menekankan bahwa kemitraan ini membuka babak baru hubungan kedua negara dalam memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui sektor maritim. Dia menyampaikan bahwa kerja sama ini didukung oleh pembiayaan dari UK Export Finance mencapai 4–5 miliar poundsterling, dengan fokus pada proyek prioritas termasuk penguatan armada perikanan. Program ini ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 kapal bagi Indonesia, sekaligus menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja di galangan kapal Inggris. "Program ini akan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat di sektor maritim, serta mendorong pertumbuhan dan peluang bagi kedua negara," ungkap Mather di Jakarta.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Geopolitik

CEO Babcock David Lockwood menegaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai kerja sama jangka panjang yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga penguatan hubungan geopolitik. Menurutnya, kolaborasi ini mencakup pengembangan kapasitas industri di kedua negara serta membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk masuk ke pasar global. "Jadi, ini bukanlah usaha yang kecil, tetapi juga membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah di kedua negara," kata Lockwood. Dia juga menyebut proyek ini sebagai hubungan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi secara bersamaan. Selain sektor perikanan, kerja sama ini juga mencakup pembangunan kapal militer, termasuk fregat yang tengah dikerjakan di dalam negeri, sebagai bagian dari penguatan perlindungan wilayah maritim Indonesia.

Pengembangan SDM dan Riset Maritim

Babcock menandatangani empat nota kesepahaman strategis dengan universitas, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama. Dalam bidang pendidikan, Babcock berkomitmen mendanai 30 beasiswa Chevening bagi mahasiswa Indonesia yang akan disalurkan selama tiga tahun untuk mendukung pengembangan kepemimpinan di sektor maritim. Di sisi akademik, Babcock juga membentuk konsorsium dengan enam universitas, yakni Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, guna memperkuat pendidikan, riset, dan inovasi maritim. Sementara itu, kerja sama industri mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID. Babcock juga menjajaki kemitraan dengan PT Citra Shipyard untuk pengembangan pembuatan kapal, peningkatan keterampilan, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar