Tampines Rovers dan DPMM FC Jalani Debut di Piala Presiden 2026, Laga Perdana Grup A Digelar di Bandung

- Jumat, 24 Juli 2026 | 15:00 WIB
Tampines Rovers dan DPMM FC Jalani Debut di Piala Presiden 2026, Laga Perdana Grup A Digelar di Bandung
PARADAPOS.COM - Tampines Rovers FC dan DPMM FC akan saling berhadapan pada laga perdana Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena kedua tim sama-sama menjalani debut di turnamen bergengsi tersebut. Pelatih Tampines Rovers, Nazri Nasir, mengaku antusias mendapat undangan tampil di ajang ini.

Debutan di Panggung Sepak Bola Nasional

Baik Tampines Rovers maupun DPMM FC belum pernah merasakan atmosfer Piala Presiden sebelumnya. Keduanya mendapat kesempatan perdana untuk unjuk gigi di turnamen yang selalu dinantikan publik Indonesia. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian, tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan sepak bola dari negara tetangga.

Antusiasme Pelatih Tampines Rovers

Nazri Nasir tidak menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, undangan ini merupakan kehormatan besar bagi timnya. Ia menilai ajang tersebut menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan kualitas sepak bola Singapura. “Kami sangat bersyukur atas undangan ini karena ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk menampilkan sepak bola Singapura kepada para penggemar Indonesia,” ujar Nazri kepada awak media di Bandung, Jumat (24/7/2026). Ia berharap penampilan anak asuhnya bisa memberikan hiburan dan kesan positif bagi para penonton.

Persiapan dan Target di Laga Perdana

Sejak tiba di Bandung, Tampines Rovers langsung menjalani adaptasi dengan cuaca dan kondisi lapangan. Stadion Si Jalak Harupat yang megah menjadi saksi bisu persiapan matang mereka. Nazri menekankan pentingnya fokus dan disiplin tinggi, terutama saat menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah yang dipastikan akan memadati tribun. Meski berstatus debutan, ia optimistis timnya mampu memberikan perlawanan sengit. Pertandingan ini, lanjutnya, bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan juga tentang bagaimana membangun reputasi dan pengalaman berharga di kancah sepak bola Indonesia.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar