PARADAPOS.COM - PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan program "BSN Siap KPR" pada Jumat, 24 Juli 2026, di Jakarta, sebagai upaya memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di sektor informal. Program ini menjawab kendala utama MBR yang kerap terkendala rekam jejak keuangan, dengan mewajibkan calon debitur menabung rutin selama 3-6 bulan melalui aplikasi digital bank. Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan bahwa perseroan mendapat kuota penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada 2026, meningkat 34,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 54.700 unit. Target awal program ini adalah menjangkau 1.000 calon nasabah dari mitra developer hingga akhir tahun.
Mengatasi Hambatan Rekam Jejak Keuangan
Alex Sofjan Noor menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah bukanlah ketidakmampuan membayar cicilan, melainkan minimnya rekam jejak untuk membuktikan kapasitas finansial mereka. Lewat program BSN Siap KPR, calon debitur diarahkan menabung secara konsisten selama tiga hingga enam bulan. Tabungan ini, menurut Alex, berfungsi sebagai alat membangun track record transaksi perbankan sekaligus meningkatkan literasi keuangan.
“Sektor perumahan merupakan salah satu kekuatan dan identitas utama BSN. Kuota 73.700 unit tahun ini menunjukkan besarnya tanggung jawab sekaligus kepercayaan yang diberikan kepada BSN untuk mendukung program perumahan nasional,” ujar Alex dalam peluncuran program tersebut.
Ia menambahkan bahwa strategi edukasi berbasis menabung ini sangat strategis, mengingat potensi pasar MBR yang belum tersentuh perbankan masih sangat besar. Hingga Juni 2026, BSN telah mencatatkan realisasi pembiayaan KPR secara keseluruhan mencapai 82 persen dari target tahunan perseroan.
Meringankan Pekerja Informal
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Hartati, memberikan apresiasi terhadap skema edukasi yang diterapkan BSN. Menurutnya, pendekatan ini mampu menjawab tantangan angka backlog kepemilikan rumah nasional yang saat ini mencapai 9,97 juta rumah tangga, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS.
“Masyarakat pekerja informal diberikan kesempatan untuk menabung dulu, sehingga dari sisi perbankan dapat memastikan kualitas kredit terjaga dan memitigasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Ini terobosan yang sangat baik agar pekerja informal betul-betul bisa kita dorong mendapatkan akses rumah subsidi,” tutur Sri.
Sri mencatat, khusus untuk kategori KPR rumah tapak subsidi, target BSN tahun ini ditetapkan sebesar 69.636 unit. Hingga pertengahan Juli 2026, penyaluran untuk kategori ini telah menembus 29.309 unit, setara dengan 42,09 persen dari target.
Komitmen Regulasi dari Pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengurai berbagai hambatan di sisi pasokan maupun permintaan. Di sisi permintaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama asosiasi telah menyepakati bahwa catatan kredit pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk pinjaman hingga Rp1 juta ke bawah tidak lagi menjadi penghambat pengajuan KPR subsidi.
“Kemitraan dengan Bank BSN terus kita optimalkan. Dari sisi regulasi, masalah SLIK pinjaman kecil sudah teratasi. Selanjutnya, kami bersama Kementerian PKP juga sedang menggodok skema KPR Rumah Susun Perkotaan dengan tenor panjang hingga 40 tahun untuk MBR berpenghasilan di bawah Rp4 juta,” ujar Heru.
Sementara itu, Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa target 1.000 calon nasabah dari program BSN Siap KPR bukan sekadar angka bisnis. “Seribu calon nasabah bukan hanya angka bisnis, tetapi di baliknya terdapat seribu keluarga yang sedang berusaha mendekatkan diri pada impian memiliki rumah,” tegasnya.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dua Anak Usaha PP Rugi Rp364,5 Miliar di Tengah Persiapan Pemerintah Melebur BUMN Karya
Erik Erfinanto Dorong Media Perkuat Batas Antara Bisnis dan Editorial
Kepadatan di Cakung-Cilincing Dipicu Ketimpangan Arus Logistik Pelabuhan Tanjung Priok
Tampines Rovers dan DPMM FC Jalani Debut di Piala Presiden 2026, Laga Perdana Grup A Digelar di Bandung