PARADAPOS.COM - Peta persaingan mobil listrik di Indonesia kembali bergeser. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) periode April 2026, merek-merek asal China masih mendominasi, namun posisi puncak kini diisi oleh pendatang baru. Jaecoo J5 EV mencatatkan distribusi 3.179 unit dan langsung merebut tahta mobil listrik terlaris nasional, menggeser model-model lama yang sebelumnya bercokol di puncak. Data ini dirilis pada Sabtu, 16 Mei 2026, dan menunjukkan betapa cepatnya dinamika pasar kendaraan elektrifikasi di tanah air.
Jaecoo J5 EV: Pendatang Baru yang Langsung Memimpin
SUV listrik asal China ini benar-benar membuat kejutan. Dengan angka distribusi 3.179 unit sepanjang April, Jaecoo J5 EV tidak hanya masuk dalam jajaran penjualan teratas, tetapi langsung menjadi pemimpin pasar. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka pada merek-merek baru yang menawarkan teknologi dan desain segar.
Di bawah Jaecoo, persaingan masih ketat. BYD M6, MPV listrik andalan pabrikan asal China itu, harus puas di posisi kedua dengan wholesales 2.472 unit. Model ini tetap menjadi tulang punggung penjualan BYD berkat kabin yang ramah keluarga dan banderol harga yang kompetitif.
BYD dan Geely: Dua Kekuatan yang Saling Berkejaran
Posisi ketiga ditempati BYD Sealion 07 dengan capaian 1.617 unit. SUV premium ini mulai menarik perhatian konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan fitur lebih mewah. Sementara itu, merek baru seperti Geely EX2 langsung mencuri perhatian. Dengan distribusi 1.042 unit, Geely EX2 sukses menembus lima besar mobil listrik terlaris nasional hanya dalam waktu singkat.
“Kami melihat respons pasar yang sangat positif terhadap EX2. Ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia tidak hanya mencari harga murah, tetapi juga kualitas dan fitur yang ditawarkan,” ujar seorang perwakilan Geely di sela-sela peluncuran produknya beberapa waktu lalu.
DENZA D9 hingga VinFast VF3: Pasar Semakin Beragam
Di bawah lima besar, persaingan juga tak kalah menarik. DENZA D9, MPV listrik premium, mencatat distribusi 1.032 unit. Angka ini mengindikasikan bahwa segmen kendaraan keluarga elektrifikasi mulai tumbuh subur di Indonesia.
Selanjutnya, Aion V membukukan 449 unit, disusul Wuling Darion EV dengan 421 unit. Chery iCar 03—yang juga dikenal sebagai J6—berhasil menjual 391 unit. Model bergaya boxy ini cukup menonjol karena tampil beda dibanding SUV listrik kebanyakan.
Pabrikan asal Vietnam, VinFast, juga mulai menunjukkan taringnya. VinFast VF3, mobil listrik mungil dengan desain paling unik di pasar Indonesia saat ini, mencatatkan distribusi 378 unit. Menariknya, Wuling Eksion yang baru diperkenalkan langsung membukukan 376 unit.
“Pasar mobil listrik nasional masih terus berkembang dan semakin kompetitif. Ini kabar baik bagi konsumen karena pilihan semakin banyak,” jelas seorang analis otomotif yang enggan disebutkan namanya.
Dominasi China dan Masa Depan Pasar EV Nasional
Data GAIKINDO April 2026 ini menegaskan bahwa produsen China masih menjadi penguasa pasar kendaraan listrik di Indonesia. Namun, persaingan tidak lagi hanya soal harga murah. Kehadiran model-model premium seperti BYD Sealion 07 dan DENZA D9 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai matang dalam memilih kendaraan listrik.
Dengan masuknya pemain baru seperti Geely dan VinFast, serta model-model segar dari merek yang sudah ada, pasar EV nasional diprediksi akan semakin sengit. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi, mulai dari mobil mungil perkotaan hingga SUV dan MPV keluarga yang lebih luas.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp2,29 Miliar, Selamatkan 34.252 Jiwa
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
Dolar AS Melemah Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Antisipasi Data Inflasi
Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS-Iran di Dekat Selat Hormuz