Komandan Jihad Islam Palestina dan Putrinya Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon Timur

- Senin, 18 Mei 2026 | 02:25 WIB
Komandan Jihad Islam Palestina dan Putrinya Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon Timur
PARADAPOS.COM - Seorang komandan kelompok Jihad Islam Palestina bersama putrinya yang masih remaja tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen di pinggiran Baalbek, Lebanon timur, pada Senin dini hari. Peristiwa ini terjadi di tengah gencatan senjata yang sudah rapuh, dan menjadi babak baru dalam eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.

Identitas Korban dan Lokasi Kejadian

Menurut laporan National News Agency, korban tewas diidentifikasi sebagai Wael Abdul Halim, yang disebut sebagai komandan Jihad Islam Palestina. Ia tewas bersama putrinya yang berusia 17 tahun, Rama. Tim penyelamat dan ambulans masih melakukan operasi di lokasi untuk mengevakuasi puing-puing dan mencari kemungkinan korban selamat lainnya. Suasana di lokasi kejadian dilaporkan mencekam, dengan warga sekitar berusaha membantu proses evakuasi.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Serangan tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli. Sejak awal, kesepakatan itu memang dinilai rentan oleh banyak pengamat, mengingat ketegangan di lapangan yang tak kunjung mereda. Serangan ini menegaskan kembali betapa tipisnya batas antara gencatan senjata dan konflik terbuka.

Dampak Kemanusiaan yang Meluas

Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan hampir 3.000 orang, melukai lebih dari 9.000 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi. Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, dan luka psikologis yang mendalam. Menurut pejabat Lebanon, jumlah pengungsi itu setara dengan sekitar seperlima populasi negara tersebut—sebuah beban luar biasa bagi infrastruktur dan sumber daya yang sudah terbatas.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar