Rustini Muhaimin: Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini Investasi Masa Depan Anak Bangsa

- Kamis, 28 Mei 2026 | 13:00 WIB
Rustini Muhaimin: Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini Investasi Masa Depan Anak Bangsa

PARADAPOS.COM - Founder Jendela Dunia Kita (JDK), Rustini Muhaimin, menekankan pentingnya budaya literasi dan numerasi sejak usia dini saat menyapa siswa-siswi MI YAPPI Balong, Gunungkidul, Kamis (28/5). Kegiatan bertajuk gerakan Ayo Membaca ini digelar di aula sekolah setempat. Rustini menyebut bahwa kebiasaan membaca bukan sekadar aktivitas harian, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia. Ia juga menyoroti tantangan nyata di lapangan: tingkat literasi dan numerasi anak Indonesia yang masih perlu ditingkatkan secara konsisten.

Literasi Sebagai Investasi Masa Depan

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi di MI YAPPI Balong, Rustini tampak berdiri di depan para siswa yang duduk rapi di aula. Suasana hangat terasa saat ia membuka sesi dengan sapaan akrab. Menurutnya, literasi harus menjadi kebiasaan yang dibangun sejak kecil. Anak-anak yang akrab dengan buku, kata dia, akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, dan memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama hadir dalam gerakan ‘Ayo Membaca’ di MI YAPPI Balong. Ini bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi investasi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya di aula MI YAPPI Balong, Gunungkidul, Kamis (28/5).

Tantangan Literasi dan Numerasi yang Nyata

Rustini tidak menampik bahwa persoalan literasi dan numerasi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia mengingatkan bahwa budaya membaca tidak boleh hanya hidup di lingkungan sekolah, tetapi juga harus tumbuh di rumah dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas menjadi kunci utama.

“Hari ini tantangan kita nyata. Tingkat literasi dan numerasi anak Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, budaya membaca tidak boleh berhenti di sekolah saja, tetapi juga harus hidup di rumah dan lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Selain literasi membaca, Rustini juga menyoroti pentingnya kemampuan numerasi. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah dinilai menjadi bekal penting di era modern yang penuh perubahan. Ia menegaskan bahwa kedua aspek ini saling melengkapi dan sama-sama krusial.

“Selain gemar membaca, anak-anak juga perlu memiliki semangat numerasi. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah akan menjadi bekal penting di era modern,” ungkapnya.

Membaca Sebagai Kegiatan Menyenangkan

Suasana di aula semakin hidup saat Rustini mengajak anak-anak untuk tidak memandang membaca sebagai kewajiban yang membosankan. Ia menekankan bahwa membaca harus menjadi aktivitas yang dinanti-nanti, bukan sekadar tugas dari guru. Pendekatan ini, menurutnya, akan membuat anak-anak lebih mudah menyerap ilmu dan mengembangkan imajinasi.

“Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Satu buku yang dibaca hari ini bisa membuka jendela dunia bagi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Apresiasi dan Kepedulian Sosial

Di penghujung acara, Rustini yang hadir didampingi Sekjen DPP Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, Anggota DPR RI FPKB Kaisar Abu Hanifah, serta tim JDK menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini mendampingi anak-anak dalam proses belajar dan bertumbuh. Ia menilai peran mereka sangat vital dalam membentuk generasi yang tangguh.

Dalam kesempatan tersebut, Rustini Muhaimin juga menyerahkan hewan kurban serta bantuan sembako kepada wali murid dan masyarakat sekitar MI YAPPI. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada lingkungan sekitar sekolah, sekaligus memperkuat ikatan antara institusi pendidikan dan komunitas setempat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar