Polisi Selidiki Pencurian MacBook Rp31 Juta di Kos Duri Kosambi, Pelaku Beraksi dengan Modus Tanya Alamat

- Jumat, 29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Polisi Selidiki Pencurian MacBook Rp31 Juta di Kos Duri Kosambi, Pelaku Beraksi dengan Modus Tanya Alamat
PARADAPOS.COM - Polres Metro Jakarta Barat tengah mendalami kasus pencurian laptop merek MacBook senilai Rp31 juta yang terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa ini berlangsung pada Senin (11/5) sekitar pukul 08.00 WIB, dengan pelaku berinisial A yang menggunakan modus berpura-pura menanyakan alamat sebelum akhirnya menyusup masuk saat rumah kos dalam keadaan sepi. Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain di balik aksi tersebut.

Modus Operandi: Pura-Pura Bertanya Alamat

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, George Ruben, mengungkapkan bahwa pelaku tidak serta-merta langsung beraksi. Ia terlebih dahulu datang ke lokasi kos dengan alasan menanyakan alamat. Kunjungan awal itu, menurut George, dilakukan untuk memetakan situasi dan mengenali kebiasaan penghuni kos. “Pelaku ini sebelumnya datang ke lokasi kos dengan modus menanyakan alamat. Setelah itu dia kembali lagi satu atau dua hari kemudian untuk melihat situasi rumah,” kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat. Setelah memastikan kondisi rumah kos dalam keadaan sepi dan ditinggal penghuninya, pelaku langsung menyusup masuk. Ia bahkan sempat menggambar sketsa situasi lokasi sebelum akhirnya menggasak barang berharga milik korban. “Dia menggambar situasi dulu. Kalau dilihat sepi, baru masuk untuk mengambil barang-barang di dalam kos itu,” ujarnya.

Pengakuan Pelaku: Dua Kali Beraksi

Dari hasil pendalaman sementara, George menjelaskan bahwa pelaku A mengaku sudah dua kali melakukan aksi pencurian dengan modus serupa. Sebelum menggasak MacBook, pelaku sempat mencuri sebuah telepon seluler yang kemudian dijual untuk melunasi utang. Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi keterlibatan pelaku dengan jaringan narkoba maupun aktivitas judi online. “Untuk sementara sepertinya belum ada (indikasi narkoba atau judi online),” pungkas George.

Laptop Rp31 Juta Dijual Hanya Rp2 Juta

Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah harga jual laptop mewah tersebut. Meskipun bernilai puluhan juta rupiah, pelaku menjualnya dengan harga murah, yakni hanya Rp2 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil penjualan itu digunakan untuk mencicil utang pribadinya. “Menurut pengakuannya, laptop dijual hanya Rp2 juta. Uang hasil penjualan itu dipakai pelaku untuk menutup utang pribadinya yang mencapai Rp150 juta,” ungkap George. George menambahkan, utang ratusan juta tersebut menumpuk akibat kerugian dari usaha penjualan nasi kebuli yang dijalankan oleh pelaku. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada korban lain serta mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar