Menteri PU Pastikan Pasokan Air Baku untuk SPAM Karang Baru di Aceh Tamiang Pascabencana

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 04:25 WIB
Menteri PU Pastikan Pasokan Air Baku untuk SPAM Karang Baru di Aceh Tamiang Pascabencana

PARADAPOS.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, difokuskan untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi warga pascabencana. Proyek senilai Rp277,97 miliar ini tengah berjalan dan menjadi bagian dari paket penanganan SPAM di sejumlah kabupaten di Aceh. Dody menekankan, aspek paling krusial yang harus dipastikan adalah ketersediaan sumber air baku atau intake, terutama saat debit sungai menurun di musim kemarau.

Fokus pada Keberlanjutan Sumber Air Baku

Dalam kunjungan kerjanya, Dody menyoroti pentingnya menjaga fungsi intake agar sistem distribusi air tidak terganggu. Ia mengingatkan bahwa kondisi sungai yang saat ini terlihat tinggi belum menjadi jaminan.

“Pembangunan IPA baja saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Sekarang kondisi sungainya memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian yang diambil pemerintah dalam proyek infrastruktur dasar. Pasalnya, perubahan morfologi sungai di lapangan kerap menjadi tantangan tersendiri yang tidak selalu terlihat dalam perencanaan awal.

Ruang Lingkup Proyek dan Pelaksana

Proyek ini dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU. Kontraktor pelaksana yang ditunjuk adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Ruang lingkup pembangunan SPAM Karang Baru cukup luas, meliputi pembangunan IPA baja, bangunan intake, bangunan pendukung compact, infrastruktur kawasan, hingga jaringan perpipaan distribusi.

Dalam site plan pengembangan, kawasan SPAM nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang komunal dan area parkir. Semua ini akan diintegrasikan dengan fasilitas eksisting yang sudah ada, termasuk IPA beton, IPA baja eksisting, dan reservoir beton.

Progres dan Tantangan Teknis di Lapangan

Dody menilai progres pekerjaan saat ini masih sesuai dengan target yang direncanakan. Meski demikian, ia mengakui ada beberapa penyempurnaan teknis yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Progresnya saya pikir sudah baik, sudah sesuai dengan jadwal awalnya. Tinggal kita pastikan beberapa hal teknis, termasuk nanti pembangunan pintu air yang menyusul. Karena tantangannya sekarang menentukan titik-titik terendah dengan kondisi morfologi sungai yang sudah sangat berubah,” katanya.

Pernyataan ini memperlihatkan realitas di lapangan yang kerap berubah, menuntut adaptasi teknis yang cermat. Penentuan titik terendah sungai menjadi kunci agar pasokan air tetap optimal sepanjang tahun.

Target Layanan untuk Masyarakat

Pembangunan SPAM Karang Baru diharapkan mampu memperkuat ketahanan layanan air minum di Aceh Tamiang, khususnya pascabencana. Prioritas utama adalah memastikan suplai air untuk fasilitas publik tidak terganggu.

“Yang paling penting minimum suplai air tidak terganggu, terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Nanti juga akan disiapkan sambungan rumah secara bertahap dengan jumlah sekitar 10.000 kepala keluarga (KK),” ujar Dody.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Sambungan rumah secara bertahap untuk 10.000 KK menjadi target nyata yang akan diwujudkan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar