PARADAPOS.COM - Warga Palestina di Gaza kini mengerahkan upaya darurat untuk menyelamatkan Masjid Agung Omari dari kerusakan lebih parah. Bangunan bersejarah yang menjadi simbol keyakinan dan identitas budaya itu mengalami kerusakan berat setelah berulang kali terpapar konflik bersenjata dalam dua tahun terakhir. Upaya penyelamatan ini dilakukan di tengah situasi yang masih sangat sulit, menyoroti perjuangan melestarikan warisan di zona perang.
Lebih Dari Sekadar Tempat Ibadah
Masjid Agung Omari bukanlah bangunan biasa. Ia menyimpan lapisan sejarah panjang, dibangun di atas fondasi sebuah Gereja Bizantium kuno. Strukturnya telah menyaksikan peralihan kekuasaan selama berabad-abad, menjadikannya saksi bisu perjalanan Gaza. Kini, dinding-dinding yang penuh sejarah itu retak dan sebagian runtuh. Area yang biasa digunakan jamaah untuk shalat dan berkumpul dilaporkan telah hancur, meninggalkan puing dan keprihatinan mendalam.
Upaya Perlawanan Melawan Lenyapnya Sejarah
Di tengah keterbatasan yang ekstrem, warga setempat secara sukarela berusaha mengamankan sisa-sisa bangunan dan artefak yang masih terselamatkan. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan lain terhadap kepunahan warisan mereka. Kerusakan pada Masjid Agung Omari, sayangnya, menggambarkan nasib puluhan masjid dan situs bersejarah lain di Gaza yang turut menjadi korban eskalasi militer.
Seorang relawan di lokasi dengan suara lirih mengungkapkan tekad mereka, "Upaya penyelamatan ini menjadi bentuk perlawanan warga terhadap hilangnya warisan sejarah mereka, di mana bangunan yang telah berdiri selama berabad-abad kini harus berhadapan dengan kehancuran akibat perang."
Para ahli warisan budaya yang memantau situasi dari jauh menyatakan keprihatinan serius. Kehancuran situs-situs bersejarah seperti ini, selain merampas identitas komunitas, juga menghapus bukti fisik peradaban yang pernah tumbuh di wilayah tersebut. Upaya warga Gaza hari ini adalah upaya mempertahankan narasi sejarah mereka sendiri di tengah ancaman kehilangan yang nyata.
Artikel Terkait
Kemendagri Gelar Dialog dan Aksi Sosial Bersama Mahasiswa Papua dan Melanesia di Bali
Operasi Raid RPKAD-KKO Rebut Gunung Potong dari Permesta pada 1958
Nutrilon Royal dan Indomaret Kirim Lima Kelarga ke Hong Kong untuk Edutrip Sains
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Penambang Pasir Berhamburan