PARADAPOS.COM - Gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 6,5 kembali mengguncang wilayah Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin pagi pukul 06.48 WIB. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 204 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 52 kilometer. Guncangan ini terjadi setelah gempa utama berkekuatan M7,7 yang sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Gempa Susulan Mengguncang Pesisir Sangihe
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan ini merupakan rangkaian dari aktivitas seismik yang dimulai pagi hari. Jika gempa utama terjadi pada pukul 06.37 WIB, maka gempa susulan tercatat hanya berselang sekitar 11 menit kemudian. Lokasi episentrumnya masih berada di zona yang sama, yaitu di perairan barat laut Kepulauan Sangihe.
"Gempa Mag:6.5, 08-Jun-2026 06:48:10WIB, Lok:5.44LU, 125.34BT (204 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:52 Km," demikian bunyi keterangan resmi BMKG yang diterbitkan melalui kanal komunikasi resmi mereka.
Peringatan Dini Tsunami Sempat Dikeluarkan
Sebelum gempa susulan terjadi, BMKG telah menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa utama berkekuatan M7,7. Guncangan pertama yang terjadi pukul 06.37 WIB itu berpusat sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna. Data awal menunjukkan gempa tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
"Peringatan Dini Tsunami, telah terjadi gempabumi dengan kekuatan:7.7, lokasi: 236 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT," tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Daerah yang masuk dalam daftar peringatan dini tsunami mencakup lima provinsi, yaitu Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi kawasan pesisir hingga status peringatan dicabut.
Kewaspadaan di Tengah Aktivitas Seismik Tinggi
Rangkaian gempa ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas tektonik di wilayah Indonesia bagian utara. Para ahli seismologi mencatat bahwa lokasi gempa berada di zona subduksi yang aktif, sehingga potensi gempa susulan masih perlu diantisipasi. Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa di sekitar Kepulauan Sangihe dan belum mencabut status kewaspadaan secara keseluruhan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gempa M7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 25 Wilayah Indonesia
Gempa Susulan Magnitudo 6,0 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 di Laut Sulawesi, Lima Provinsi Siaga
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe