OJK Nilai IHSG Masih Menarik, Sebut Valuasi di Bawah Rata-rata Historis dan Regional

- Rabu, 10 Juni 2026 | 09:25 WIB
OJK Nilai IHSG Masih Menarik, Sebut Valuasi di Bawah Rata-rata Historis dan Regional
PARADAPOS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik, didukung oleh valuasi pasar yang lebih rendah dibandingkan rata-rata historis dan regional, serta membaiknya kinerja emiten. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG kini semakin konvergen dengan indeks acuan global MSCI dan FTSE Russell, mencerminkan respons positif pasar terhadap reformasi di sektor pasar modal.

Valuasi Menarik dan Kinerja Emiten yang Positif

Menurut Friderica, kondisi pasar saat ini merupakan hasil dari berbagai reformasi yang dirancang untuk menjawab isu-isu utama para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global. Reformasi tersebut dinilai berhasil membangun kepercayaan pasar. “Selain itu, kinerja emiten pada kuartal I-2026 menunjukkan tren yang positif. Perbaikan pendapatan dan profitabilitas perusahaan dinilai memberikan dukungan fundamental bagi prospek pasar saham domestik,” ujar Friderica dalam rapat tersebut.

Ketahanan Pasar Modal Berkat Investor Domestik

Di sisi lain, pasar modal Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang kuat. Hal ini tidak terlepas dari dukungan investor domestik, khususnya investor ritel yang jumlahnya terus bertambah secara signifikan. Data OJK mencatat, jumlah investor pasar modal melonjak dari 12,17 juta pada 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026. Dari total tersebut, investor individu mendominasi dengan 26,43 juta, jauh melampaui jumlah investor korporasi maupun reksa dana. Meski demikian, Friderica mengakui bahwa ruang untuk memperdalam pasar modal masih terbuka lebar. Hingga April 2026, jumlah investor aktif harian baru mencapai sekitar 448 ribu, atau setara dengan 1,69 persen dari total investor. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan partisipasi aktif. Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat literasi dan perlindungan investor, menjaga integritas pasar, serta memperdalam pengembangan berbagai produk pasar modal. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan jumlah investor secara kuantitatif, tetapi juga memperkuat fondasi pasar modal nasional agar semakin sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Pengawasan Forward-Looking dan Stabilitas Sektor Keuangan

Dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK juga terus memperkuat pengawasan yang bersifat "forward-looking". Pengawasan ini dijalankan melalui pelaksanaan stress test secara berkala serta pemantauan ketat terhadap risiko likuiditas, permodalan, kualitas aset, dan konsentrasi risiko. “OJK juga secara berkelanjutan menilai ketahanan sektor jasa keuangan dalam berbagai skenario tekanan,” jelas Friderica.

Intermediasi Valuta Asing Perbankan Tetap Sehat

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar, Friderica menuturkan bahwa indikator intermediasi valuta asing perbankan masih berada dalam kondisi yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio loan to deposit valuta asing yang tetap memadai. Lebih lanjut, industri perbankan secara agregat masih mencatat posisi net long, sementara posisi devisa neto (PDN) tetap berada di bawah batas ketentuan yang berlaku. Kondisi ini menunjukkan bahwa eksposur risiko nilai tukar perbankan masih terkendali dengan baik.

Program Strategis untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah ketidakpastian global, OJK terus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sejumlah program strategis dan prioritas. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat fungsi intermediasi, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya tahan sistem keuangan nasional. Prioritas yang dijalankan mencakup peningkatan pembiayaan sektor jasa keuangan, penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM, pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, serta pengembangan ekonomi hijau melalui penerapan nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan. Selain itu, OJK juga mendorong pengembangan keuangan digital yang aman, penguatan sektor jasa keuangan syariah, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen dan masyarakat. Friderica menegaskan bahwa OJK akan terus melakukan penegakan hukum secara konsisten guna menjaga integritas sektor jasa keuangan. Melalui berbagai agenda prioritas tersebut, OJK berupaya memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil dan resilien, sekaligus semakin produktif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar