PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan gedung serta seluruh fasilitas penunjang Sekolah Rakyat di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, siap beroperasi. Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, tepatnya akhir Juni 2026. Lembaga ini dirancang untuk menampung 270 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan prioritas utama anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kuota 270 Siswa dan Alihkan 44 Pelajar dari Kota Bekasi
Pada tahun pertama operasionalnya, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi akan membuka sembilan rombongan belajar. Rinciannya, tiga kelas untuk jenjang SD, tiga kelas untuk SMP, dan tiga kelas untuk SMA. Setiap ruang kelas diisi maksimal 30 siswa, sehingga total kapasitas mencapai 270 orang. Alokasi per jenjang pun merata, masing-masing 90 siswa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, memberikan perincian lebih lanjut.
“Setiap kelas 30 siswa, total kuota 270 siswa, masing-masing 90 siswa setiap jenjang. Selain itu, ada 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang telah mengikuti pendidikan di Kota Bekasi juga akan dialihkan ke sini,” ungkapnya.
Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya menerima peserta didik baru. Lembaga ini juga akan menampung 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Rintisan Kota Bekasi. Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Data calon siswa bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang telah diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik dan pendamping Program Keluarga Harapan.
Alamsyah menambahkan, “Calon siswa dari data Kemensos yang kami ground check di lapangan, tingkat SD masih kurang 65 orang calon siswa.”
Pembangunan Hampir Rampung, Fasilitas Lengkap Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Bekasi melaporkan bahwa pembangunan fisik sekolah berjalan sesuai rencana. Saat ini, proyek hanya menyisakan pekerjaan tahap penyelesaian akhir atau finishing. Sekitar dua pekan sebelum pernyataan resmi, Kantor Staf Presiden (KSP) telah meninjau langsung progres pembangunan fasilitas tersebut.
“Dua pekan lalu Kantor Staf Presiden (KSP) juga sudah melihat langsung progres pembangunan. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai target sehingga saat ajaran baru dimulai, seluruh sarana prasarana dapat digunakan secara maksimal,” tutur Alamsyah.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan mencegah anak putus sekolah akibat kendala ekonomi serta mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya warga kurang mampu. Anak-anak terkendala biaya dapat bersekolah dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus berkualitas serta berdaya saing tinggi,” jelas Alamsyah.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat tahap kedua. Proyek ini mulai dikerjakan pada 2 Desember 2025 dengan masa kontrak hingga 29 Juli 2026. Pembangunan memanfaatkan lahan aset milik Pemerintah Kabupaten Bekasi seluas 5,4 hektare. Lahan tersebut akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial yang bertindak sebagai operator program.
Fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, asrama untuk wali asrama dan pengajar, ruang serbaguna, ruang makan, hingga ruang ibadah. Untuk menunjang aktivitas fisik, tersedia pula lapangan mini soccer, lapangan basket, dan lapangan upacara.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bupati Sukabumi Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian Imipas untuk Warga Kurang Mampu
Wali Kota Makassar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Pembangunan
Lift JPO Lenteng Agung Kembali Berfungsi Usai Alami Kerusakan Akibat Pencurian Kabel
Netanyahu Umumkan Maju Kembali di Pemilu Israel di Tengah Sidang Korupsi dan Perang