PARADAPOS.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi menunjuk astronaut Italia Luca Parmitano sebagai pilot untuk misi Artemis III yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Penunjukan ini menjadikannya astronaut Eropa pertama yang terlibat langsung dalam program penerbangan antariksa berawak utama NASA. Misi tersebut akan menguji wahana pendarat bulan generasi baru, namun tidak di permukaan Bulan melainkan di orbit Bumi.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Administrator NASA Jared Isaacman pada Selasa (9/6) di Washington. Ia memperkenalkan kru inti yang terdiri dari empat orang, ditambah satu anggota cadangan. Misi Artemis III menjadi tonggak penting setelah keberhasilan Artemis II dua bulan lalu, yang membawa manusia kembali mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima dekade. Bahkan, misi April lalu itu berhasil memecahkan rekor jarak yang sebelumnya dipegang oleh Apollo 13 pada 1970.
Komposisi Kru Artemis III
Astronaut NASA Randy Bresnik akan duduk sebagai komandan misi. Sementara itu, Andre Douglas dan Frank Rubio ditunjuk sebagai spesialis misi. Mereka bertiga, bersama Parmitano, akan mengorbit Bumi sambil berlatih melakukan manuver penyambungan kapsul Orion dengan dua wahana pendarat bulan.
NASA menyebut pengujian ini sebagai tahap yang menantang sekaligus krusial. Hasilnya akan menjadi fondasi bagi Artemis IV, misi berawak pertama yang direncanakan mendarat di kutub selatan Bulan pada 2028. Jika Artemis III berjalan mulus, jalan menuju pendaratan bersejarah itu akan semakin terbuka.
Untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat, NASA juga menunjuk astronaut Bob Hines sebagai anggota kru cadangan yang akan siaga penuh selama misi berlangsung.
Pernyataan Administrator NASA
"Hari ini kita mengambil langkah berani berikutnya dalam upaya umat manusia kembali ke Bulan, dengan membangun fondasi luar biasa yang telah diletakkan para astronaut Artemis II," kata Administrator NASA Jared Isaacman.
"Para astronaut Artemis III, bersama ESA dan mitra internasional kami, serta puluhan ribu talenta terbaik di NASA dan industri antariksa, sedang membuka era keemasan baru eksplorasi ruang angkasa. Mereka membawa harapan dan impian generasi berikutnya, sebagaimana para astronaut Apollo menginspirasi banyak dari kita," ujarnya.
Siapa Luca Parmitano?
Parmitano bukanlah nama baru di dunia antariksa. Pria berusia 49 tahun itu terpilih sebagai astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) pada 2009 dan telah menyelesaikan dua misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara Italia dan pernah bertugas sebagai pilot ujiālatar belakang yang membuatnya familiar dengan tekanan dan ketepatan di kokpit.
Pengalamannya menjalani aktivitas luar wahana antariksa, atau spacewalk, juga tidak bisa dianggap enteng. Dalam salah satu spacewalk pada 2013, Parmitano nyaris kehilangan nyawa ketika helmnya mulai terisi air akibat kegagalan sistem pendingin pakaian antariksa. Insiden itu terjadi saat ia menjalani aktivitas yang direncanakan berlangsung selama enam jam. Kejadian tersebut menjadi salah satu momen paling mencekam dalam sejarah spacewalk modern.
Di luar sisi seriusnya, Parmitano juga dikenal sebagai orang pertama yang menggelar pertunjukan Disc Jockey langsung dari luar angkasa. Ia membawa sentuhan ringan di tengah gravitasi nol.
"Saya merasa terhormat menjadi bagian dari kru ini, sekaligus rendah hati. Rekan-rekan saya membawa beragam pengalaman yang sangat berharga. Saya menantikan kesempatan bekerja bersama mereka, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai peran saya," kata Parmitano dalam pernyataannya setelah ditunjuk sebagai pilot utama Artemis III.
Dorongan bagi Italia
Keterlibatan Parmitano dalam program Artemis NASA dipandang sebagai kemenangan bagi Italia. Ini terjadi di tengah upaya mitra-mitra internasional NASA lainnya untuk memperoleh peran yang lebih besar dalam program eksplorasi antariksa tersebut.
Presiden Badan Antariksa Italia Teodoro Valente, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa terpilihnya Parmitano untuk Artemis III "menegaskan sekaligus memperkuat peran dan kapabilitas sistem antariksa Eropa dan Italia dalam eksplorasi manusia terhadap alam semesta."
Parmitano sendiri menjadi anggota non-Amerika kedua yang terlibat dalam program Artemis, setelah astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen yang terbang dalam misi Artemis II. Kini, dengan kursi pilot di Artemis III, nama Italia tercatat dalam lembaran baru eksplorasi Bulan.
Artikel Terkait
45 Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Hentikan Operasional Akibat Anggaran Tak Kunyah Cair
Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Megathrust
BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Perkuat Sinergi Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal
Kota Tyre di Lebanon Selatan Berubah Jadi Kota Hantu Akibat Serangan Udara Israel yang Terus Berlanjut