PARADAPOS.COM - Militer Bahrain pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat mengumumkan keberhasilan sistem pertahanan udaranya dalam mencegat dan menghancurkan serangan rudal serta drone yang diluncurkan Iran. Otoritas di Manama mengecam serangan tersebut sebagai tindakan "kriminal" yang menargetkan warga sipil, sambil mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan sisa-sisa proyektil.
Pernyataan Resmi Manama
Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain, melalui pernyataan yang dilansir Bahrain News Agency dan dikutip Al Arabiya, menuding Teheran terus melanjutkan pendekatan permusuhan secara sistematis. Tuduhan itu disampaikan tak lama setelah rentetan proyektil berhasil dihalau di wilayah udara Bahrain.
Semua persenjataan dan unit pertahanan, menurut komando militer, telah berada pada tingkat kesiapan tertinggi. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan maksimal bagi wilayah Bahrain di tengah eskalasi yang meningkat.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
Di tengah situasi yang masih berkembang, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengeluarkan imbauan khusus kepada publik. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap benda asing atau mencurigakan yang mungkin merupakan sisa-sisa serangan.
"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari dalam mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian bunyi imbauan resmi yang dirilis pihak militer.
Personel terkait, lanjut pernyataan itu, telah disiagakan sepenuhnya untuk menangani puing-puing dengan aman. Prioritas utama tetap pada keselamatan seluruh warga negara dan penduduk yang berada di Bahrain.
Kutukan atas Pelanggaran Hukum Internasional
Dalam pernyataan yang sama, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menekankan aspek hukum dari serangan tersebut. Mereka menilai penggunaan rudal dan drone secara sengaja yang menargetkan warga sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional.
"Komando Umum menekankan bahwa penggunaan rudal dan drone secara sengaja untuk menargetkan warga sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional," tegas pernyataan resmi militer Bahrain.
Serangan ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Teluk, di mana beberapa negara sebelumnya juga telah melaporkan upaya pencegatan serupa. Situasi keamanan di Timur Tengah terus menjadi sorotan menyusul rentetan serangan balasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Artikel Terkait
CENTCOM Serang Iran Atas Perintah Trump, Balas Penembakan Helikopter Apache
Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun Jadi US$227,6 Miliar di Kuartal I/2026, Tertekan Perkasa Dolar AS
Gubernur Pramono Pertimbangkan Matang Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Agar Warga Tak Beralih ke Kendaraan Pribadi
Wall Street Ambruk, Dow Jones Anjlok 953 Poin Akibat Tekanan Saham Teknologi dan Konflik AS-Iran