Biaya Pengasuhan Anak di Australia Melambung, Wacana Nasionalisasi Kembali Mengemuka

- Minggu, 19 Juli 2026 | 06:00 WIB
Biaya Pengasuhan Anak di Australia Melambung, Wacana Nasionalisasi Kembali Mengemuka
PARADAPOS.COM - Biaya layanan pengasuhan anak di luar jam sekolah (OSHC) di Australia kembali menjadi perdebatan publik. Di tengah tekanan biaya hidup yang tinggi, muncul wacana untuk menasionalisasi sektor ini, meskipun para pengamat menilai langkah tersebut sulit direalisasikan. Dua operator terbesar, Camp Australia dan Junior Adventures Group (JAG), yang dimiliki oleh perusahaan investasi Bain Capital dan Quadrant Private Equity, saat ini menguasai sekitar 20 persen pasar. Banyak orang tua menggantungkan hidup pada layanan OSHC—yang beroperasi sebelum dan sesudah jam sekolah, serta selama liburan. Model bisnisnya dinilai sangat menguntungkan karena operator tidak perlu memiliki gedung sendiri; mereka cukup menyewa fasilitas sekolah dengan biaya sekitar 10–15 persen dari pendapatan. Orang tua tetap menggunakan jasa ini karena harus bekerja, meskipun sebagian biaya sudah disubsidi pemerintah. OSHC mencakup sekitar 30 persen dari sektor pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Australia. Namun, keluhan terus bermunculan. Banyak orang tua mengeluhkan biaya yang membengkak dan kualitas pengasuhan yang dianggap kurang memadai.

Sistem Pengasuhan yang Mahal

Belum lama ini, media "ABC News" melaporkan bahwa sistem pendidikan dan pengasuhan anak di Australia telah berkembang menjadi sistem yang mahal. Seluruh layanan untuk anak di bawah usia lima tahun dikelola oleh sektor swasta, dengan sekitar 70 persen penyedia berorientasi mencari keuntungan. Pemerintah federal memberikan subsidi kepada orang tua melalui sistem voucher yang dibatasi berdasarkan tingkat pendapatan, dengan maksimal 140 dolar Australia per hari. Orang tua kemudian harus mencari sendiri pusat pengasuhan yang sesuai, sementara harga dan kualitas layanan sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Skema ini dinilai mirip dengan layanan Medicare, di mana pemerintah memberikan subsidi tetapi penyedia layanan bebas menentukan tarif. Akibatnya, orang tua tetap harus membayar selisih biaya—bahkan bagi keluarga berpenghasilan tinggi, selisih tersebut bisa mencapai seluruh biaya layanan. Ketika anak berusia lima tahun, pendidikan dasar memang disediakan gratis oleh pemerintah negara bagian, tetapi hanya sampai pukul 15.00. Setelah jam itu, orang tua tetap harus membayar perusahaan swasta untuk menjaga anak mereka hingga selesai bekerja.

Persoalan Keadilan Antargenerasi

Sekitar 37 persen sekolah dasar dan menengah di Australia merupakan sekolah swasta, baik Katolik maupun independen, yang juga menerima subsidi pemerintah. Berbeda dengan sektor pengasuhan anak usia dini, subsidi pendidikan hanya diberikan kepada sekolah nirlaba yang juga memperoleh insentif pajak atas donasi. Mahalnya biaya perumahan dan pengasuhan anak dinilai menjadi dua persoalan utama yang memengaruhi keadilan antargenerasi di Australia. Kenaikan harga rumah selama 25 tahun terakhir memaksa banyak pasangan bekerja penuh waktu, sehingga mereka bergantung pada layanan pengasuhan anak yang mahal. Sementara itu, generasi yang lebih tua umumnya telah melunasi cicilan rumah dan hanya membantu anak-anak mereka secara sukarela melalui dukungan finansial yang dikenal sebagai "Bank of Mum and Dad". Kondisi ini dinilai tidak ideal karena banyak keluarga muda ingin mandiri secara ekonomi.

Solusi yang Diusulkan

Penulis artikel mengusulkan agar layanan pengasuhan anak dinasionalisasi dan diberikan secara gratis seperti pendidikan dasar. Gagasan ini mendapat dukungan sekaligus kritik. Sebagian pengguna media sosial bahkan menyebut usulan itu terlalu menyerupai sistem komunis. Meski demikian, penulis mengakui bahwa nasionalisasi hampir tidak mungkin dilakukan. Data dari Australian Children's Education and Care Quality Authority menunjukkan bahwa pusat pengasuhan milik pemerintah memiliki kualitas lebih baik, lebih aman, dan lebih murah dibandingkan penyedia swasta. Sebagai alternatif yang lebih realistis, penulis mengusulkan Australia meniru model Kanada. Dalam sistem "Canada-wide Early Learning and Child Care" (CWELCC), pemerintah menyalurkan dana langsung kepada penyedia layanan untuk menutup biaya operasional. Syaratnya, mereka harus menurunkan dan membatasi tarif yang dibebankan kepada orang tua. Penyedia layanan tidak diwajibkan mengikuti program tersebut. Namun, jika memilih keluar, mereka tidak memperoleh pendanaan pemerintah dan orang tua juga tidak menerima potongan biaya. Program ini diterapkan secara bertahap. Pada tahap awal, biaya pengasuhan dipangkas rata-rata 50 persen. Kini, sejumlah provinsi telah mencapai target biaya rata-rata 10 dolar Kanada per hari, sebagaimana ditetapkan dalam kebijakan sejak 2018. Berbeda dengan sistem Australia, program Kanada tidak menerapkan uji pendapatan. Seluruh keluarga yang menggunakan pusat pengasuhan peserta memperoleh tarif yang sama. Pemerintah juga memiliki pengawasan lebih besar terhadap penggunaan dana, sehingga kualitas layanan dan harga lebih mudah dikendalikan.

Model Kanada Juga Menghadapi Tantangan

Meski dianggap lebih efektif, sistem Kanada juga menghadapi sejumlah kendala. Permintaan terhadap layanan berbiaya 10 dolar Kanada per hari sangat tinggi, sementara kapasitas yang tersedia terbatas. Akibatnya, daftar tunggu di kota-kota seperti Toronto dan Vancouver terus bertambah. Krisis tenaga kerja juga menjadi persoalan karena jumlah pengasuh tidak mampu memenuhi peningkatan permintaan. Selain itu, banyak operator mengeluhkan besaran subsidi pemerintah yang dianggap tidak lagi sebanding dengan kenaikan biaya operasional. Sebagian dari mereka bahkan mengancam akan menghentikan layanan. Penulis menilai operator swasta akan terus mengejar keuntungan selama masih menerima dana publik sekaligus memiliki pasar yang relatif pasti. "Karena itu, ia mempertanyakan alasan pemerintah tetap mendanai perusahaan swasta dan berpendapat bahwa memperluas layanan pendidikan publik bagi anak di bawah lima tahun menjadi pilihan yang lebih layak dipertimbangkan," tulisnya. (Keysa Qanita)

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar