Iran Rilis Video Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordania, Klaim Balas Dendam atas Gempuran Washington

- Minggu, 19 Juli 2026 | 20:25 WIB
Iran Rilis Video Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordania, Klaim Balas Dendam atas Gempuran Washington
PARADAPOS.COM - Garda Revolusi Islam Iran merilis rekaman video yang menunjukkan peluncuran rudal dan diron, yang diklaim menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Azraq, Yordania. Serangan yang dilakukan pada dini hari itu disebut sebagai balasan atas gempuran berturut-turut militer Washington ke infrastruktur Iran. Peristiwa ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Operasi Nasr-2 dan Klaim Iran

Dalam pernyataan resminya, Iran menyatakan bahwa operasi bersandi Nasr-2 ini berhasil menargetkan hanggar jet tempur dan area parkir pesawat besar milik Amerika Serikat. Rekaman yang dirilis memperlihatkan beberapa titik cahaya melesat di langit malam, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga ke area sekitar pangkalan. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Respons Yordania dan Sistem Pertahanan Udara

Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Yordania memberikan pernyataan yang berbeda. Mereka menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil bekerja secara optimal. “Kami berhasil mencegat dan menembak jatuh sepuluh rudal serta empat diron Iran yang menyusup ke wilayah kami,” ujar seorang juru bicara militer Yordania. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tidak semua proyektil Iran mencapai sasaran yang dituju.

Serangan Balasan dari Amerika Serikat

Situasi semakin rumit setelah Komando Pusat Amerika Serikat, CENTCOM, mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan ke Iran selama tujuh malam berturut-turut. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan militer Teheran. Seorang pejabat CENTCOM yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa setiap serangan ditargetkan secara presisi untuk menghancurkan infrastruktur strategis Iran.

Pemicu Konflik dan Runtuhnya Gencatan Senjata

Baku hantam antara kedua negara ini dipicu oleh runtuhnya nota kesepahaman gencatan senjata yang baru ditandatangani di Swiss pada pertengahan Juni lalu. Kesepakatan yang sempat memberi harapan bagi perdamaian itu kini tinggal kenangan. Washington dan Teheran saling tuduh melakukan pelanggaran, dan masing-masing pihak mengklaim bertindak untuk membela diri. Di lapangan, ketegangan terasa nyata. Warga di perbatasan Yordania-Irak, misalnya, melaporkan sering mendengar suara ledakan di malam hari, disertai kilatan cahaya di ufuk timur. Para analis militer menilai bahwa eskalasi ini menunjukkan kegagalan diplomasi dan meningkatnya risiko konflik terbuka yang lebih luas. Belum ada tanda-tanda kedua belah pihak akan kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar