PARADAPOS.COM - Iran secara resmi menyatakan akan mengambil “tindakan tepat” sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat yang menyasar fasilitas nuklir Darkhovin, sebuah proyek pembangkit yang masih dalam tahap konstruksi di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya. Pernyataan keras ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Senin, 20 Juli 2026, di tengah eskalasi militer yang kembali memanas antara kedua negara setelah sebelumnya sempat mereda melalui mediasi Pakistan.
Serangan terhadap Infrastruktur Damai
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform media sosial X, Gharibabadi menegaskan bahwa serangan terhadap proyek Darkhovin merupakan tindakan berbahaya yang menargetkan infrastruktur damai milik Iran. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat kini memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi meningkatnya ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan akibat serangan tersebut.
“Iran mengecam keras agresi ini dan akan mengambil tindakan yang tepat untuk mempertahankan kepentingan nasional serta keamanannya,” ujar Gharibabadi dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran telah mengonfirmasi bahwa fasilitas Darkhovin menjadi sasaran serangan Amerika Serikat. Fasilitas ini diketahui masih dalam tahap pembangunan dan belum beroperasi secara penuh.
Ketegangan yang Kembali Meledak
Perkembangan ini terjadi di tengah situasi kawasan yang kembali genting. Setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran, Teheran pun membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan militer yang disebut-sebut digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan. Aksi saling serang ini berlangsung cepat dan mengejutkan banyak pihak.
Yang menarik, eskalasi ini terjadi hanya beberapa pekan setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya disambut sebagai langkah maju untuk mengakhiri permusuhan dan mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen. Namun, serangan terbaru ini seolah mengubur harapan tersebut dalam waktu singkat.
Di lapangan, situasi di sekitar Provinsi Khuzestan dilaporkan meningkat. Warga setempat menyaksikan peningkatan aktivitas militer, sementara otoritas setempat berusaha menjaga ketenangan di tengah berita yang beredar luas. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat mengenai insiden ini.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri Belajar ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk Tekan Angka Kelaparan
Spanyol Kalahkan Argentina di Final, Akhirnya Juara Piala Dunia 2026
Polisi Tangkap Empat Tersangka Baru, Total 17 Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Sampang
Pria di Medan Bakar Ayah Kandung Hingga Kritis, Diduga Depresi Ditinggal Istri