Ahli Beberkan Dua Rentang Suhu Kunci untuk Cegah Bakteri pada Makanan

- Senin, 20 Juli 2026 | 06:00 WIB
Ahli Beberkan Dua Rentang Suhu Kunci untuk Cegah Bakteri pada Makanan
PARADAPOS.COM - Bakteri merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari udara yang kita hirup hingga makanan yang kita konsumsi setiap hari. Sebagian bakteri memang bermanfaat bagi tubuh, namun jenis patogen dapat memicu infeksi serius dan keracunan makanan yang berbahaya. Salah satu cara paling efektif untuk mencegah perkembangan bakteri adalah dengan mengatur suhu makanan secara tepat, baik saat penyimpanan maupun pengolahan. Metode ini terbukti mampu menekan angka kasus keracunan secara signifikan. Sayangnya, masih banyak orang yang lalai dan membiarkan makanan berada di suhu ruang terlalu lama. Padahal, kebiasaan sederhana ini bisa memicu bakteri berkembang biak secara eksponensial hanya dalam hitungan jam. Oleh karena itu, memahami batas suhu aman menjadi krusial untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah.

Suhu yang Menahan Pertumbuhan Bakteri

Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan bakteri patogen dapat ditekan secara maksimal melalui dua kondisi suhu yang saling berlawanan. Rentang pertama adalah suhu dingin di bawah 4-5°C, sementara rentang kedua adalah suhu panas di atas 60°C. Ketika makanan berhasil dijauhkan dari suhu hangat, aktivitas metabolisme dan proses penggandaan sel bakteri akan terhenti, baik untuk sementara maupun secara permanen. Menjaga makanan tetap berada di salah satu dari dua ‘kutub’ suhu aman ini menjadi kunci utama melindungi hidangan keluarga dari pembusukan.

Mengapa Bakteri Cepat Berkembang Biak?

Sebagian besar bakteri penyebab penyakit justru tumbuh paling subur pada suhu hangat yang mirip dengan suhu tubuh manusia. Di lingkungan lembap dan kaya nutrisi, mikroorganisme ini bahkan sanggup melipatgandakan diri hanya dalam kurun waktu 20 menit. Fakta inilah yang membuat hidangan yang dibiarkan terbuka semalaman di meja makan berpotensi berubah menjadi racun keesokan harinya. Bahaya kontaminasi ini tetap mengintai meski tampilan dan aroma makanan masih terlihat segar dan belum menunjukkan tanda basi. Rentang suhu 5°C hingga 60°C dikenal sebagai zona rawan tempat bakteri pemicu keracunan berkembang biak secara maksimal. Kuncinya sederhana: pastikan makanan tetap dingin di bawah 5°C atau tetap panas di atas 60°C agar rantai pertumbuhan bakteri terputus.

Aturan 2 Jam, Batas Aman Makanan

Lembaga kesehatan internasional mengingatkan agar bahan pangan yang mudah rusak tidak dibiarkan berlama-lama di zona bahaya lebih dari dua jam. Batas waktu ini bahkan bisa menyusut menjadi hanya satu jam apabila suhu ruangan sangat terik, melebihi 32°C. Beberapa jenis makanan yang paling rentan terkontaminasi kuman di antaranya daging olahan, produk susu, dan hasil laut. Selain itu, nasi dan pasta matang, sayuran siap santap, hingga menu berbahan telur mentah juga masuk kategori makanan berisiko tinggi.

Suhu Dingin Hanya Menidurkan, Bukan Membunuh

Mengandalkan kulkas maupun freezer menjadi cara utama yang banyak dipakai untuk menekan laju perkembangan bakteri. Namun perlu diingat, suhu dingin sejatinya tidak membunuh kuman, melainkan hanya ‘menidurkan’ aktivitas metabolismenya untuk sementara. Pada suhu kulkas di bawah 4°C, laju pertumbuhan kuman akan melambat drastis, meski beberapa jenis seperti Listeria tetap bisa tumbuh perlahan meski dalam kondisi dingin. Sementara pada suhu freezer di bawah -18°C, bakteri akan “tertidur” sepenuhnya, namun bisa kembali aktif begitu makanan dicairkan. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa ketepatan suhu kulkas di rumah menggunakan termometer yang akurat. Proses pencairan daging beku pun sebaiknya dilakukan di dalam kulkas sejak malam sebelumnya, atau dengan merendamnya dalam air dingin agar tetap aman.

Suhu Panas, Senjata Pemusnah Massal Bakteri

Berbeda dengan suhu dingin, paparan suhu panas bekerja dengan merusak membran sel dan mengurai protein bakteri secara struktural hingga tuntas. Oleh karena itu, memastikan bagian dalam makanan mencapai suhu yang tepat saat proses memasak menjadi langkah sterilisasi yang efektif. Daging giling dan sosis wajib dimasak hingga suhu bagian dalamnya mencapai minimal 71°C, sementara unggas harus mencapai suhu minimal 74°C. Selain itu, suhu sekitar 72°C selama 15 detik juga diterapkan dalam metode pasteurisasi untuk membasmi kuman tanpa merusak kandungan gizi susu.

Tips Memutus Rantai Kontaminasi

Selain mengatur suhu, menjaga kebersihan diri dan peralatan dapur juga menjadi penentu utama dalam memutus rantai penyebaran kuman. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama minimal 20 detik sebelum memasak wajib dijadikan standar baku. Memisahkan talenan untuk memotong daging mentah dengan yang digunakan untuk sayuran siap santap juga sangat penting untuk mencegah kontaminasi silang. Perpaduan antara kontrol suhu yang ketat dan kebiasaan higienis yang konsisten akan meminimalkan risiko keracunan makanan di rumah.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar