KPK Kembali OTT, Bupati Lombok Barat Jadi Target Operasi ke-17 Sepanjang 2026

- Senin, 20 Juli 2026 | 08:50 WIB
KPK Kembali OTT, Bupati Lombok Barat Jadi Target Operasi ke-17 Sepanjang 2026
PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 20 Juli 2026. Kali ini, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menjadi target operasi yang berlangsung di Jakarta. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut, yang menjadi OTT ke-17 sepanjang tahun 2026. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. “Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2026.

Rentetan Operasi Sepanjang 2026

Sepanjang tahun ini, KPK tercatat cukup agresif dalam memberantas korupsi di tingkat daerah dan pusat. Operasi pertama dimulai pada awal Januari, ketika delapan orang ditangkap dalam dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Kasus itu mencakup periode 2021 hingga 2026. Masih di bulan yang sama, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua, disusul Bupati Pati Sudewo pada OTT ketiga. Memasuki Februari, Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi sasaran OTT keempat. Tak berhenti di situ, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Rizal, yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, juga ditangkap dalam OTT kelima.

Dari Ranah Peradilan hingga Daerah

Pada OTT keenam, KPK mengamankan Ketua Pengadilan Negeri Depok, I Wayan Eka Mariarta, beserta Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan. Penangkapan ini menunjukkan bahwa operasi tidak hanya menyasar eksekutif, tetapi juga yudikatif. Bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadhan justru menjadi bulan yang sibuk. Tiga kepala daerah berturut-turut ditangkap dalam OTT terpisah: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Memasuki April, giliran Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang diamankan dalam OTT ke-10. Namun, sepanjang Mei tidak ada catatan operasi serupa. KPK kembali bergerak pada Juni, ketika Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, memilih menyerahkan diri setelah terjaring OTT.

Gelombang Penangkapan di Pertengahan Tahun

Juni juga menjadi bulan yang padat. Setelah Silmy, KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT ke-12. Tak lama berselang, seorang ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan RI ditangkap dalam OTT ke-13 yang merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. OTT ke-14 membuat Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyerahkan diri. Memasuki Juli 2026, laju operasi tak melambat. Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim ditangkap dalam OTT ke-15, disusul Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam OTT ke-16. Kini, dengan penangkapan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, total OTT KPK sepanjang 2026 telah mencapai angka ke-17.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar