PARADAPOS.COM - London, 20 Juli 2026 – Sir Keir Starmer resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin lalu. Posisinya digantikan oleh Andy Burnham, mantan Wali Kota Greater Manchester, yang langsung menghadapi tantangan legitimasi setelah naik tanpa melalui pemungutan suara partai. Dalam pidato perpisahannya di Downing Street, Starmer mengklaim bahwa “pekerjaannya telah selesai,” meninggalkan warisan yang diwarnai skandal dan perpecahan kebijakan.
Pidato Perpisahan Starmer: Klaim Keberhasilan di Tengah Tekanan
Suasana di depan nomor 10 Downing Street terasa berbeda Senin sore itu. Starmer, yang tampak tenang namun sedikit kelelahan, menyampaikan pidato terakhirnya di hadapan awak media dan staf pemerintahan. Ia mencoba menegaskan bahwa masa kepemimpinannya bukanlah kegagalan.
“Pekerjaan saya telah selesai. Dalam enam setengah tahun, saya membawa partai kita dari kekalahan bersejarah pada tahun 2019, mengubahnya sehingga siap menghadapi negara di tengah kemenangan telak dalam pemilihan umum tahun 2024,” ujarnya dikutip dari Viory.
Ia melanjutkan dengan nada emosional, “Sejak itu, merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk melayani Anda dan negara besar ini sebagai Perdana Menteri. Dan saya yakin bahwa Inggris sekarang lebih kuat dan lebih adil daripada dua tahun yang lalu.”
Namun, di balik pidato penuh keyakinan itu, pengamat politik mencatat bahwa pengunduran dirinya telah diumumkan sejak bulan lalu. Langkah tersebut diambil setelah peringatan bahwa ia dapat menghadapi tantangan serius dari Andy Burnham. Tekanan itu muncul akibat serangkaian skandal dan perselisihan panjang yang membebani pemerintahannya.
Skandal dan Kontroversi yang Mengguncang Pemerintahan
Beberapa isu menjadi batu sandungan bagi kepemimpinan Starmer. Perubahan kebijakan domestik yang kontroversial, hubungan mantan duta besarnya untuk Amerika Serikat dengan mendiang miliarder pedofil Jeffrey Epstein, hingga klaim ‘penegakan hukum dua tingkat’ memicu gelombang protes. Tak ketinggalan, demonstrasi besar-besaran terkait kebijakan migrasi turut memperkeruh suasana politik di Inggris.
Situasi ini membuat posisi Starmer semakin goyah. Alih-alih mampu meredam gejolak, ia justru kehilangan dukungan dari sejumlah faksi di partainya sendiri.
Andy Burnham: Pemimpin Baru Tanpa Lawan
Berbeda dengan proses suksesi pada umumnya, Burnham menjadi pemimpin Partai Buruh tanpa melalui pemungutan suara di internal partai pekan lalu. Ia juga tidak perlu mengadakan pemilihan umum untuk mengambil alih kursi Perdana Menteri. Langkah ini langsung menuai kritik dari berbagai media yang mempertanyakan mandatnya untuk memerintah.
Menurut aturan yang berlaku di Inggris, pemilihan umum berikutnya baru dijadwalkan pada tahun 2029. Meski demikian, seorang Perdana Menteri yang sedang menjabat memiliki kewenangan untuk mengadakan pemilu lebih awal jika dianggap perlu.
Pertemuan dengan Raja Charles III dan Sinyal Perubahan
Tak lama setelah pengumuman resmi, Burnham bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham. Pihak istana merilis foto keduanya berjabat tangan, menandai momen resmi ketika raja meminta Burnham untuk membentuk pemerintahan baru.
Meskipun Burnham telah berjanji untuk tetap berpegang pada program kebijakan umum yang menjadi landasan kemenangan Partai Buruh pada tahun 2024, ada sinyal bahwa ia akan mengubah beberapa aspek agenda pendahulunya. Lucy Powell, wakil pemimpin Partai Buruh dan sekutu dekat Burnham, memberikan pernyataan pada hari Minggu bahwa Burnham akan mengambil “pendekatan yang lebih pragmatis” terhadap kebijakan gas dan minyak Laut Utara dibandingkan Starmer.
“Saya rasa ini bukan perubahan kebijakan, lebih merupakan perubahan penekanan,” tambah Powell mencoba meredam spekulasi. Pernyataan ini menjadi isyarat awal bahwa meskipun tampak melanjutkan, arah pemerintahan Burnham mungkin akan sedikit berbeda.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Investasi Hilirisasi Bauksit Melonjak 193 Persen, Geser Dominasi Nikel di Kuartal II 2026
CDC dan Kemenkes Uji Prosedur Darurat Penanganan Demam Berdarah Lewat Simulasi Tiga Hari di Depok
Obesitas dan Merokok Percepat Penyakit Kronis, Teknologi Laser Ditawarkan sebagai Solusi
Kementerian Kebudayaan Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita, Pusat Rujukan dan Digitalisasi Khazanah Bangsa