PARADAPOS.COM - Seorang putri Papua, Marlina Chlara Sesa, resmi mencatatkan namanya dalam sejarah penerbangan Indonesia. Perempuan kelahiran 1995 ini menjadi orang Papua pertama yang berhasil mengantongi sertifikasi Type Rating untuk pesawat jet komersial Airbus A320. Sertifikasi yang diperolehnya pada April 2026 setelah menjalani pelatihan intensif di Global Training Aviation, Tangerang, ini menegaskan bahwa talenta dari tanah Papua mampu bersaing di industri penerbangan global. Kisahnya bukan sekadar tentang prestasi, melainkan juga tentang kegigihan mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju mimpi yang lebih besar.
Apa Itu Sertifikasi Type Rating?
Sebelum membahas lebih dalam perjalanan Marlina, penting untuk memahami apa yang sebenarnya ia raih. Type Rating adalah kualifikasi khusus yang melekat pada lisensi pilot, memberikan izin legal untuk mengoperasikan tipe pesawat tertentu. Jika lisensi dasar seperti Commercial Pilot License (CPL) diibaratkan sebagai Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mobil biasa, maka Type Rating adalah lisensi khusus untuk mengemudikan kendaraan besar seperti truk gandeng.
Kualifikasi ini krusial bagi keselamatan penerbangan komersial. Setiap jenis pesawat, entah itu Airbus A320 atau Boeing 737, memiliki ukuran, tata letak kokpit, dan sistem teknis yang sangat berbeda. Tanpa Type Rating, seorang pilot tidak diizinkan menerbangkan pesawat tersebut secara profesional.
Berawal dari Kegagalan Seleksi Pramugari
Kecintaan Marlina pada dunia aviasi sudah tertanam sejak kecil. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di tanah kelahirannya, lalu melanjutkan SMA di Yogyakarta. Setelah lulus, ia memberanikan diri mendaftar seleksi pramugari. Namun, langkah pertamanya itu harus kandas. Ia dinyatakan tidak lolos karena belum memenuhi beberapa persyaratan.
Alih-alih patah arang, kegagalan itu justru menjadi titik balik. "Kegagalan itu justru memicu dorongan baru dalam dirinya untuk membidik impian yang jauh lebih tinggi, yakni menjadi seorang pilot pesawat penerbangan," demikian dikutip dari laporan Metrotvnews.com. Ia memutuskan untuk tidak hanya berada di dalam kabin, melainkan duduk di kokpit.
Perjalanan Pendidikan Pilot hingga ke Filipina
Pada tahun 2015, Marlina terbang ke Filipina untuk menempuh pendidikan penerbang di Asian Institute of Aviation. Di sana, ia berhasil mengantongi lisensi dasar yang menjadi fondasi kariernya, antara lain Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), dan Instrument Rating (IR).
Perjuangannya tak berhenti. Berkat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, ia melanjutkan pelatihan Multi-Engine Rating (MER) dan menambah jam terbangnya. Langkah ini menjadi batu pijakan penting sebelum ia berani melangkah ke tahap yang lebih tinggi.
Mengantongi Sertifikasi Type Rating Airbus A320
Setelah menguasai lisensi dasar, Marlina sadar bahwa untuk menerbangkan pesawat jet komersial, ia membutuhkan satu kualifikasi lagi: Type Rating. Dengan mengajukan bantuan pendidikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, ia mendaftar pelatihan simulator intensif di Global Training Aviation, Tangerang.
Pelatihan yang berlangsung dari Januari hingga April 2026 itu terbilang ketat. Setiap sesi simulator dirancang untuk mensimulasikan kondisi darurat dan prosedur operasional standar Airbus A320. Setelah melalui semua tahapan, Marlina resmi meraih sertifikasi tersebut. Pencapaian ini mengukuhkan namanya sebagai perempuan Papua pertama yang memegang kualifikasi spesifik untuk pesawat jet komersial.
Kisah Marlina menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis dan kegagalan di awal karier bukanlah vonis akhir. Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, impian setinggi langit pun bisa digapai. (Talitha Islamey)
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Yaman Kembali Ekspor Minyak Setelah Empat Tahun Vakum Akibat Konflik Houthi
Truk Sampah ke Bantargebang Turun 25 Persen, Pemprov DKI Klaim Efek Pemilahan Warga
Messi Kecewa Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia Usai Dikalahkan Spanyol
Investasi Hilirisasi Bauksit Melonjak 193 Persen, Geser Dominasi Nikel di Kuartal II 2026