Ledakan Dahsyat di Perumahan Grand Polonia Medan, Tujuh Rumah Mewah Rusak dan Sejumlah Warga Luka

- Senin, 20 Juli 2026 | 17:25 WIB
Ledakan Dahsyat di Perumahan Grand Polonia Medan, Tujuh Rumah Mewah Rusak dan Sejumlah Warga Luka
PARADAPOS.COM - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Perumahan Grand Polonia di Jalan Mustang, Kota Medan, Sumatra Utara, pada Senin sore, 20 Juli 2026. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada sedikitnya tujuh rumah mewah dan sejumlah kendaraan, serta melukai beberapa penghuni. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut dan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Kesaksian Warga: Cahaya Putih dan Kepanikan

Suasana di lokasi kejadian masih mencekam beberapa jam setelah ledakan. Wiwik, salah seorang penghuni yang mengalami luka-luka akibat serpihan kaca, menuturkan detik-detik mencekam itu. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui asal muasal ledakan. "Tiba-tiba sudah langsung meledak, langsung berhamburan, kita lari. Keliatan cuma serpihan cahaya putih ke dalam rumah. Kita enggak tau itu apa. Saya begitu ada suara, langsung lari. Ini luka-luka dari serpihan kaca. Yang di dalam rumah masih ada empat orang," ujarnya di lokasi kejadian dengan napas masih tersenggal.

Dampak dan Kerusakan di Lokasi

Ledakan yang terdengar hingga radius cukup jauh itu sontak membuat geger warga sekitar. Tak hanya bangunan tempat tinggal yang porak-poranda, sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi juga ikut hancur tertimpa reruntuhan tembok dan puing-puing. Meski belum ada kepastian mengenai jumlah korban jiwa, beberapa mobil ambulans tampak bersiaga di pintu masuk perumahan sejak petang.

Penyelidikan oleh Aparat

Personel Polrestabes Medan bergerak cepat mengamankan lokasi. Garis polisi telah dipasang mengelilingi area terdampak untuk membatasi akses warga. Tim identifikasi dan laboratorium forensik kini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif guna mengumpulkan barang bukti dan mendalami sumber ledakan. Proses penyelidikan masih berlangsung dan hasil resmi dari pihak berwenang masih dinantikan.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar