PARADAPOS.COM - Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah La Albiceleste gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Pada partai final edisi 2026 yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat, Argentina takluk dari Spanyol dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal Ferran Torres pada babak tambahan kedua menjadi penentu kekalahan tersebut, sekaligus mengubur mimpi Argentina untuk meraih gelar juara dunia dua edisi beruntun.
Ungkapan Hati Sang Kapten
Melalui unggahan resmi di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 21 Juli 2026, Messi menuliskan curahan hatinya. Ia tidak menutupi betapa beratnya menerima kenyataan pahit ini.
“Rasa sakitnya sangat dalam, butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini,” tulis Messi.
Dalam unggahan yang sama, ia menegaskan bahwa perjalanan timnya di Piala Dunia 2026 akan selalu terpatri dalam ingatan. Meski berakhir dengan kekalahan, Messi menilai masih banyak momen membanggakan yang tercipta selama turnamen bergengsi tersebut.
Apresiasi untuk Tim dan Dukungan Rakyat
Lebih lanjut, pemilik tujuh Ballon d'Or itu menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengakui bahwa kerja keras seluruh pemain dan dukungan luar biasa dari rakyat Argentina menjadi faktor utama yang membawa timnya melaju hingga ke partai puncak untuk kedua kalinya secara beruntun.
“Terima kasih dari lubuk hati saya untuk setiap ucapan dan setiap pesan. Sekali lagi, kita berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri teguh, berbagi kebanggaan yang luar biasa sebagai orang Argentina,” tulis Messi.
Suasana haru pun mewarnai akhir pernyataan sang kapten. Di tengah kekecewaan yang mendalam, Messi tetap menunjukkan sportivitas kelas dunia dengan mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilan mereka menjadi juara Piala Dunia 2026.
Laga Final yang Menegangkan
Pertandingan final berlangsung sengit dan alot. Kedua tim saling jual beli serangan, namun ketatnya pertahanan membuat skor tetap 0-0 hingga waktu normal habis. Gol baru tercipta di babak tambahan kedua melalui aksi Ferran Torres yang memanfaatkan celah di lini belakang Argentina. Stadion MetLife yang dipenuhi puluhan ribu pasang mata pun menjadi saksi betapa tipisnya batas antara kemenangan dan kekalahan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Cikarang yang Aniaya Kekasih Selama Sepekan karena Cemburu
Pemkot Banjarmasin Uji Coba Tiang Bersama untuk Merapikan Kabel Utilitas di Jalan Protokol
PGN Bantah Kebocoran Pipa Gas Jadi Penyebab Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan
PSIM Yogyakarta Resmi Datangkan Eks Bek Timnas Indonesia Ahmad Agung Setiabudi