Gempa M 6,8 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:55 WIB
Gempa M 6,8 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6.8 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.8 mengguncang wilayah Maluku Tenggara Barat, Maluku pada Selasa (28/10/2025) malam. Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Penyebab dan Mekanisme Gempa Maluku

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa Maluku ini merupakan jenis gempa bumi menengah. Gempa disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Banda. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar-turun (oblique normal).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono melalui keterangan resminya.

Skala Getaran Gempa di Berbagai Wilayah

Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas berbeda-beda menurut skala MMI (Modified Mercalli Intensity):

  • Saumlaki: Skala IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)
  • Tual, Tepa, Sorong, Kaimana, Manokwari, Maybrat, Raja Ampat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni: Skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan truk berlalu)
  • Fakfak dan Dobo: Skala II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah)
  • Nabire: Skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)

Data dan Lokasi Pusat Gempa

Berdasarkan informasi BMKG, gempa Maluku terjadi pada pukul 21:40:18 WIB. Pusat gempa terletak pada koordinat 6,81 Lintang Selatan dan 130,1 Bujur Timur, tepatnya di 183 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat. Gempa terjadi pada kedalaman 185 kilometer, yang dikategorikan sebagai gempa menengah.

Kejadian gempa ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi, meskipun dalam kasus ini tidak berpotensi tsunami.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar