Truk Sampah ke Bantargebang Turun 25 Persen, Pemprov DKI Klaim Efek Pemilahan Warga

- Selasa, 21 Juli 2026 | 05:00 WIB
Truk Sampah ke Bantargebang Turun 25 Persen, Pemprov DKI Klaim Efek Pemilahan Warga
PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa jumlah truk pengangkut sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya 1.200 truk per hari, kini angka tersebut turun menjadi sekitar 900 truk. Penurunan ini disebut sebagai dampak langsung dari gerakan pemilahan sampah yang mulai masif dilakukan oleh warga ibu kota.

Penurunan Volume Sampah ke Bantargebang

Pramono menyampaikan data tersebut saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2026. Ia membandingkan kondisi sebelum dan sesudah program pemilahan berjalan. “Dulu setiap hari itu di Bantargebang transportasi truknya yang masuk itu kurang lebih 1.200 (truk). Sekarang ini sudah mengalami penurunan, bahkan beberapa waktu yang lalu di sekitar 900-an,” jelasnya. Penurunan hampir 25 persen ini menjadi sinyal positif bagi upaya pengelolaan sampah di Jakarta. Namun, Pramono menekankan bahwa pekerjaan rumah masih panjang. Ia mengajak seluruh warga untuk terus berpartisipasi aktif. “Sebagai Gubernur Jakarta, saya mengharapkan betul bahwa program pilah sampah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya,” papar Pramono.

Optimalisasi Pengolahan Sampah di Tingkat Hulu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan kesadaran masyarakat. Di sisi lain, mereka juga mengoptimalkan pengolahan sampah di tingkat hulu melalui reaktivasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). TPS3R ini berfungsi sebagai filter awal. Sampah yang masuk akan disortir dan diolah sejak dari sumbernya, sehingga residu yang dikirim ke Bantargebang bisa ditekan seminimal mungkin. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyelesaikan masalah dari akarnya.

Investasi dan Kolaborasi dengan Swasta

Untuk mempercepat operasional TPS3R, Pemprov DKI siap mengucurkan investasi bagi pengadaan peralatan pendukung. Selain itu, mereka juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta. “Kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS3R-nya. Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantargebang itu akan berkurang banyak,” ungkap Pramono. Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menangani persoalan sampah secara terintegrasi. Bukan hanya mengandalkan satu solusi, tetapi menggabungkan peran masyarakat, teknologi, dan kemitraan strategis.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar