IHSG Menguat ke 6.299 Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun

- Selasa, 21 Juli 2026 | 05:50 WIB
IHSG Menguat ke 6.299 Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan bangkit dalam beberapa hari terakhir, mencatatkan penguatan 64,793 poin atau 1,07 persen ke level 6.299,342 dalam lima hari perdagangan. Pada pembukaan Selasa, 21 Juli 2026, IHSG dibuka di posisi 6.273,571 dan langsung naik 35,479 poin setara 0,57 persen ke level 6.267,259 hingga pukul 09.27 WIB. Penguatan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21-22 Juli 2026, dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tembus Rp10.749 triliun.

IHSG Menguat di Tengah Sentimen RDG BI

Sehari sebelumnya, IHSG juga dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Sampai penutupan perdagangan, indeks ditutup naik 56,25 poin atau 0,91 persen ke level 6.231,78. Pergerakan ini menunjukkan tren positif yang cukup konsisten dalam sepekan terakhir. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memberikan pandangannya mengenai pergerakan IHSG ke depan. "Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.300 sepanjang pekan RDG BI, dengan level 6.500 menjadi area penopang penting," ujar Hendra dalam pernyataannya, Senin, 20 Juli 2026.

Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun

BEI menutup perdagangan saham periode 13-17 Juli 2026 di zona hijau. Penguatan terjadi pada sejumlah indikator utama, mulai dari IHSG, kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi harian. Suasana di lantai bursa tampak lebih hidup dibanding pekan-pekan sebelumnya, dengan aliran transaksi yang meningkat signifikan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar BEI seminggu ini meningkat 3,95 persen menjadi Rp10.749 triliun, dibandingkan Rp10.340 triliun pada pekan sebelumnya. "Pergerakan IHSG selama sepekan ditutup dengan kenaikan sebesar 4,24 persen sehingga ditutup pada level 6.175,535 dari posisi 5.924,360 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026. Selain itu, BEI juga mencatat rata-rata nilai transaksi harian yang mengalami kenaikan paling tinggi selama pekan ini, yakni 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun, dibandingkan Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham, dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Angka-angka ini mencerminkan optimisme pelaku pasar yang mulai kembali masuk.

Menanti Kebijakan Bank Indonesia

RDG Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Juli 2026 menjadi fokus utama pelaku pasar. Salah satu agenda utamanya adalah penetapan BI Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen, setelah dinaikkan tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang 2026. Menurut Hendra, pergerakan pasar selama pekan ini masih dibayangi sikap wait and see. Investor tidak hanya menunggu keputusan suku bunga, tetapi juga mencermati arah kebijakan Bank Indonesia terkait stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing. Suasana di kalangan trader dan fund manager pun terasa lebih hati-hati, menunggu sinyal dari bank sentral. "Dalam kondisi seperti ini, pasar umumnya lebih sensitif terhadap sinyal atau forward guidance yang disampaikan BI dibandingkan besaran suku bunga itu sendiri," jelasnya. Ia menilai, selama Bank Indonesia tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi, respons pasar cenderung positif karena ekspektasi tersebut telah diperhitungkan investor. Namun, apabila bank sentral memberikan sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif, tekanan jangka pendek terhadap IHSG masih berpotensi terjadi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga. "Meski demikian, langkah tersebut juga dapat dipandang positif karena memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia," tutup Hendra.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar