PARADAPOS.COM - PT PGN (Persero) Tbk membantah dugaan kepolisian terkait penyebab ledakan yang mengguncang Perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatra Utara. Bantahan ini disampaikan setelah tim teknis PGN tidak menemukan kandungan gas metana atau gas bumi di rumah yang diduga menjadi titik sumber ledakan. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang.
Hasil Deteksi Gas Nihil di Lokasi Kejadian
Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, mengungkapkan bahwa pengukuran dilakukan pada malam kejadian, Selasa, 21 Juli 2026. Proses deteksi berlangsung secara transparan dan disaksikan langsung oleh pihak eksternal yang berwenang.
“Hasil deteksi gas yang dilakukan tim kami menunjukkan angka 0 part per million (ppm) di seluruh area kejadian,” ungkap Agus.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di lantai dasar, tetapi juga menjangkau area lantai dua rumah yang dicurigai sebagai lokasi awal ledakan. Tim PGN menggunakan alat deteksi khusus untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat.
“Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada malam ini di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana,” papar dia.
PGN Tunggu Hasil Investigasi Resmi
Meski hasil deteksi menunjukkan nihilnya kandungan gas, Agus menegaskan penyebab pasti kejadian itu tetap menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. PGN menyatakan belum bisa menyimpulkan sumber ledakan, sebelum proses penyelidikan tuntas.
Sebagai langkah tanggap darurat, prioritas utama saat ini adalah mengamankan lokasi kejadian. PGN telah menurunkan tim teknis untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar area terdampak.
PGN juga menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada para korban yang terdampak insiden tersebut. Agus memastikan perseroan terus berkoordinasi intensif dengan aparat dan pihak berwenang setempat untuk memantau penanganan di lapangan.
Versi Kepolisian: Indikasi Kebocoran Pipa Gas
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan hasil investigasi awal yang berbeda. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi menggunakan alat pendeteksi gas, polisi menduga ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah tanah.
“Pada pukul 15.30 WIB terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Dari hasil investigasi awal yang sekarang ini masih berlangsung, disebabkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” ungkapnya, Senin malam, 20 Juli 2026.
Menurut dia, alat deteksi yang digunakan kepolisian sempat menunjukkan adanya indikasi kebocoran. Namun, pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.
“Kami sudah masuk menggunakan alat deteksi gas dan memang terdeteksi adanya gas. Tapi ini masih dugaan dari investigasi awal,” ujarnya.
Kondisi di lapangan masih menunjukkan kesigapan berbagai pihak. Tim gabungan dari kepolisian, PGN, dan instansi terkait terus berupaya mengungkap sumber ledakan yang merenggut korban dan merusak sejumlah rumah di kompleks perumahan tersebut.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Persediaan Rudal Jarak Jauh AS Menipis di Tengah Eskalasi Serangan ke Iran, Pejabat Pentagon Akui Keterbatasan Logistik
Menteri ESDM: Harga Hidrogen Bakal Lebih Kompetitif dari BBM dalam Waktu Dekat
Kongres II Garda Pemuda NasDimulai, Saan Mustopa Sebut Organisasi Sumber Mata Air Kepemimpinan Partai
Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah