PARADAPOS.COM - Pelarian pria berinisial HSLT (29) yang diduga menganiaya kekasihnya, TS, di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya berakhir setelah polisi berhasil mengamankannya. Penganiayaan yang terjadi secara berulang selama sepekan pada awal Juli 2026 itu diduga dipicu oleh rasa cemburu. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kronologi Penangkapan dan Motif di Balik Penganiayaan
Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (21/7/2026). “Pelaku sudah kami tangkap dan kami amankan, saudara inisial HSLT, usia 29 tahun,” jelasnya di hadapan awak media.
Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa kekerasan fisik yang dialami TS bermula dari kecurigaan pelaku. HSLT diketahui menaruh curiga setelah mengetahui riwayat perjalanan korban yang pernah berjalan bersama pria lain. Perasaan sakit hati dan cemburu itulah yang kemudian menjadi pemicu utama tindak kekerasan tersebut.
“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, penganiayaan dilakukan terhadap korban dikarenakan sakit hati terhadap korban yang jalan dengan laki-laki lain. Motifnya adalah cemburu dan sakit hati dikarenakan korban jalan dengan laki-laki lain,” ungkapnya.
Hubungan yang Berawal dari Media Sosial
Lebih lanjut, Kombes Pol Ikhlas memaparkan latar belakang hubungan keduanya. HSLT dan TS pertama kali berkenalan melalui media sosial sebelum akhirnya menjalin hubungan asmara. Hubungan mereka sempat mengalami pasang surut, hingga akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama di kawasan Wisma Elang, Cikarang Selatan.
Ketegangan di antara mereka mulai memuncak pada 29 Juni 2026, saat keduanya terlibat cekcok mulut. Namun, penganiayaan fisik baru terjadi secara berulang sejak 2 Juli hingga 8 Juli 2026, tepat setelah pelaku mengetahui dugaan perselingkuhan korban.
“Penganiayaan berawal sejak tanggal 2 Juli 2026 sampai dengan 8 Juli 2026,” ujar Ikhlas menegaskan rentang waktu kejadian.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Persediaan Rudal Jarak Jauh AS Menipis di Tengah Eskalasi Serangan ke Iran, Pejabat Pentagon Akui Keterbatasan Logistik
Menteri ESDM: Harga Hidrogen Bakal Lebih Kompetitif dari BBM dalam Waktu Dekat
Kongres II Garda Pemuda NasDimulai, Saan Mustopa Sebut Organisasi Sumber Mata Air Kepemimpinan Partai
Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah