PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Guyana Mark Phillips mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal feri MV Barima bertambah menjadi 41 orang, sementara operasi pencarian terhadap korban hilang terus diperluas hingga mencakup perairan seluas 1.036 kilometer persegi. Kapal sepanjang 40 meter itu terbalik pada Sabtu malam saat berlayar dari Georgetown menuju Port Kaituma. Sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan, dan otoritas setempat merevisi jumlah total penumpang dari 133 menjadi 177 orang setelah ditemukan lebih banyak penumpang di atas kapal daripada yang tercatat dalam laporan awal.
Operasi Pencarian Diperluas hingga Perbatasan Venezuela
Pemerintah Guyana mengerahkan total 16 kapal dalam upaya pencarian korban hilang. Area pencarian kini menjangkau Waini Point, kawasan pesisir di wilayah Barima-Waini yang berbatasan langsung dengan Venezuela. Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim (MRCC) melaporkan proses evakuasi dipercepat pada Selasa lalu. Hingga pukul 13.00 waktu setempat, sebanyak 14 jenazah telah berhasil ditemukan.
Phillips menjelaskan bahwa penyelam dari Prancis bersama tim penyelam lokal saat ini melakukan operasi bawah air di lokasi bangkai kapal untuk mencari korban yang masih hilang. Suasana di lokasi kejadian cukup mencekam, dengan gelombang tinggi dan arus deras sempat menghambat proses pencarian pada hari-hari pertama.
Proses Identifikasi dan Penanganan Jenazah
Pemerintah menginstruksikan agar seluruh jenazah yang ditemukan segera diserahkan kepada Kepolisian Guyana di fasilitas yang telah disiapkan di Charity River Dam. Sementara itu, proses identifikasi korban dilakukan oleh keluarga di Rumah Sakit Suddie. Suasana duka menyelimuti rumah sakit tersebut, tempat puluhan keluarga menanti kepastian nasib orang-orang tercinta mereka.
Masa Berkabung Nasional Ditetapkan
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Presiden Guyana Irfaan Ali menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Rabu, 22 Juli hingga Jumat, 24 Juli 2026. Keputusan ini diumumkan setelah jumlah korban terus bertambah seiring meluasnya operasi pencarian.
Fakta Kapal MV Barima
MV Barima, yang dibangun pada 1939, tenggelam di dekat Iron Punt. Kapal tua ini sempat menjadi sorotan karena perbedaan signifikan antara data manifes dan jumlah penumpang aktual. Otoritas sebelumnya melaporkan kapal membawa 133 orang. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, angka tersebut direvisi menjadi 177 orang.
"Jumlah penumpang yang sebenarnya jauh lebih banyak dari yang tercatat dalam dokumen perjalanan," ungkap Phillips dalam konferensi pers di Georgetown. Ia menambahkan bahwa investigasi menyeluruh sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal feri tersebut.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur karena Masalah Kesehatan
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mundur demi Jalani Pengobatan Jantung, Diminta Presiden Awasi BGN
Lee Jun Young Resmi Jalani Wamil, Ini 5 Drama Terbaik yang Bisa Ditonton Kembali
Lawson Gelar Promo Buy 1 Get 1, Wall Street Tertekan Konflik AS-Iran