PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan Penguatan Implementasi Moderasi Beragama sebagai langkah strategis mencegah penyebaran paham radikalisme, ekstremisme, intoleransi, dan hoaks. Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, menegaskan bahwa keberagaman harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan sumber perpecahan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Rabu, 22 Juli 2026, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Moderasi Beragama sebagai Fondasi Kerukunan
Kusmanto menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Jakarta Timur yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Ia berharap kegiatan ini mampu menciptakan ruang dialog yang sehat antarumat beragama. Dengan demikian, tercipta keseimbangan antara pengamalan ajaran agama masing-masing dengan penghormatan terhadap hak beragama orang lain.
Menekan Potensi Konflik Melalui Saling Menghargai
“Melalui sikap saling menghargai perbedaan, potensi konflik yang dipicu sentimen keagamaan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat kerja sama lintas iman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kusmanto di hadapan para peserta. Suasana di ruang pertemuan tampak khidmat, dengan puluhan tokoh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan duduk rapi mendengarkan arahan.
Menyatukan Visi Pembangunan Kota
Selain memperkuat kerukunan umat beragama, kegiatan ini bertujuan menyatukan visi pembangunan kota. Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama, pembangunan wilayah di sektor sosial, keagamaan, maupun infrastruktur diharapkan berjalan lebih sinergis.
Pembekalan untuk Menangkal Narasi Kebencian
Dalam sesi inti, para peserta dibekali pemahaman untuk menangkal berkembangnya paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran narasi kebencian, khususnya di media sosial. Materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, dengan pendekatan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan.
Harapan untuk Masyarakat yang Lebih Bijak dan Inklusif
“Edukasi yang diterima seluruh peserta diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih bijak, inklusif, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, salah satunya menjaga kondusivitas lingkungan dari ancaman narkoba, hoaks, dan aksi tawuran,” jelas Kusmanto. Ia menekankan bahwa upaya ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
Kusmanto pun berharap kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai. Ia menjamin setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dengan aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KN SAR Ramawijaya 240 Terbakar Saat Perawatan di Pelabuhan Nizam Zachman, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Pemkab Karawang Bongkar 117 Bangunan Liar di Rengasdengklok Demi Normalisasi Drainase dan Atasi Banjir
Pemkab Bogor Salurkan 500 Ribu Liter Air Bersih ke 20 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Menko Yusril: Deportasi Warga Palestina ke Siprus Murni Penegakan Hukum, Bukan Isu Politik