PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai menertibkan ratusan bangunan liar di wilayah utara, khususnya sekitar Rengasdengklok. Langkah ini merupakan bagian dari program penataan kawasan yang juga bertujuan mengembalikan fungsi drainase dan mengatasi banjir yang kerap melanda saat musim hujan. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memimpin langsung operasi tersebut pada Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut catatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, sebanyak 117 bangunan liar dan 78 jembatan permanen—baik milik pribadi maupun fasilitas umum—yang berdiri di atas saluran air berhasil dibongkar. Penertiban ini menyusuri sepanjang Jalan Raya Cikangkung hingga jalan raya di Kecamatan Jayakerta, Tirtajaya, dan Batujaya. Suasana di lapangan tampak sibuk, dengan alat berat dan petugas gabungan bekerja membersihkan material bangunan yang menghalangi aliran sungai.
Bukan Sekadar Pembongkaran
Penertiban ini, menurut Bupati Aep Syaepuloh, bukanlah sekadar aksi membongkar bangunan liar. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi drainase dan saluran sungai agar air dapat mengalir dengan lancar.
“Penataan ini bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi mengembalikan fungsi drainase dan saluran sungai agar air dapat mengalir dengan lancar,” jelasnya dalam keterangan resmi di Karawang.
Selama ini, keberadaan bangunan dan jembatan di atas saluran air disebut-sebut menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran. Kondisi itu membuat saluran drainase tidak berfungsi optimal. Akibatnya, ketika hujan deras turun, air dengan cepat meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga.
“Ya karena di atas saluran air itu dipenuhi bangunan liar,” ujarnya menambahkan.
Dampak Banjir dan Solusi Infrastruktur
Persoalan banjir di wilayah utara Karawang memang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Dengan dibukanya kembali saluran air, pemerintah daerah berharap risiko banjir dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini menjadi bagian penting dari program penataan kawasan yang lebih luas.
Selain membongkar bangunan liar, Pemkab Karawang juga berencana membangun jalan alternatif yang menghubungkan Tanjungpura menuju Rengasdengklok. Jalur baru ini akan dibangun di sisi irigasi dan direncanakan tersambung hingga kawasan Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok.
Bupati Aep Syaepuloh menambahkan, kehadiran jalan alternatif ini tidak hanya akan memangkas waktu tempuh warga. Lebih dari itu, ia meyakini proyek ini akan menjadi dorongan besar bagi efisiensi distribusi ekonomi antarwilayah di Karawang bagian utara.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
MK Wajibkan Operator Sediakan Opsi Sisa Kuota Internet Tetap Bisa Dipakai
PABPDSI Resmi Lantik Pengurus Pusat 2026–2032, Fokus pada Modernisasi Organisasi dan Percepatan Pembangunan Desa
Empat Negara Dikecualikan dari Kewajiban Devisa Ekspor SDA Mulai Juni 2026
Haddan Malik Raih Perak di Kejuaraan Panjat Tebing Dunia Junior 2026 Italia