Mendagri Tito Karnavian: Rekrutmen Bersih di IPDN Tentukan 60 Persen Keberhasilan Organisasi

- Rabu, 22 Juli 2026 | 18:50 WIB
Mendagri Tito Karnavian: Rekrutmen Bersih di IPDN Tentukan 60 Persen Keberhasilan Organisasi
PARADAPOS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya terhadap sistem rekrutmen yang bersih di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam keterangan resminya pada Rabu (22/7/2026), ia menyebut bahwa rekrutmen yang salah berkontribusi hingga 60 persen terhadap kegagalan organisasi, sementara rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan. Ia pun memperingatkan tidak akan mentoleransi praktik suap dalam proses penerimaan calon praja.

Rekrutmen Akuntabel Jadi Kunci Kinerja Organisasi

Menurut Tito, kualitas sumber daya manusia yang masuk ke dalam suatu organisasi sangat bergantung pada proses seleksi. Ia menekankan bahwa kesalahan dalam memilih individu dapat membawa dampak besar terhadap kelangsungan organisasi ke depannya. “Rekrutmen yang salah menyumbang 60 persen kegagalan. Rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi toleransi terhadap praktik bayar-membayar dalam proses rekrutmen calon praja IPDN. Menurutnya, praktik semacam itu tidak hanya melanggar prinsip transparansi, tetapi juga dapat merugikan organisasi secara keseluruhan. “Saya tidak mau ada bayar membayar, kalau ada pasti akan saya tindak tegas. Tidak ada bermain seperti itu karena akan merugikan organisasi,” tegasnya.

Pengecekan Acak dan Kebanggaan Terhadap Keberagaman

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri melakukan pengecekan secara acak terhadap proses rekrutmen dengan memanggil 10 calon wisudawan terbaik. Di hadapan civitas academica IPDN, ia menyapa dan berbincang langsung dengan para calon wisudawan untuk memastikan bahwa proses yang berjalan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas. Ia mengaku bangga melihat keberagaman latar belakang praja IPDN yang berhasil meraih prestasi. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa proses pendidikan dan rekrutmen di IPDN mampu memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri terbaik bangsa. “Saya merasa bangga dengan IPDN, artinya proses belajar-mengajarnya benar. Ada anaknya buruh, ada [anaknya] orang kecil, ada yang TNI-Polri tetapi [pangkatnya] tidak tinggi. [Mohon maaf], artinya masuk dalam low middle class tetapi bisa menjadi juara di sini,” tuturnya.

Kenangan Wisuda Tahun Lalu

Tito kemudian mengenang kehadirannya pada momen wisuda IPDN tahun sebelumnya. Ia menilai capaian para praja menjadi bukti bahwa sistem yang berjalan dapat membuka peluang berdasarkan kemampuan, bukan latar belakang. “Tahun lalu saya masih ingat, sembilan dari sepuluh [yang terbaik berasal] dari low middle class. Di sini betul-betul murni, tidak ada sogok-menyogok. Itu yang membuat saya datang ke sini dengan hati yang lega,” pungkasnya. Sebagai informasi, jumlah praja IPDN yang akan diwisuda dan dilantik tahun ini sebanyak 1.204 orang. Mereka terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar