PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memulai pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Gunungsitoli dan SMK Negeri 3 Gunungsitoli, Kepulauan Nias, pada Rabu lalu. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meninjau langsung lokasi proyek yang masih dalam tahap persiapan pondasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas penerimaan peserta didik di wilayah tersebut, sejalan dengan alokasi anggaran Rp21,48 miliar per semester untuk program sekolah gratis yang menjangkau 41.876 siswa di lima kabupaten/kota.
Udara siang di Gunungsitoli terasa hangat saat rombongan pejabat Pemprov Sumut tiba di lokasi pembangunan. Di atas lahan yang masih berupa tanah merah, beberapa alat berat mulai bergerak meratakan area untuk pondasi. Surya, yang mengenakan kemeja putih lengan panjang, berjalan memeriksa setiap sudut proyek sambil sesekali berdialog dengan kontraktor pelaksana.
Progres dan Target Pembangunan
Proses konstruksi di kedua sekolah kejuruan tersebut masih berada pada tahap awal. Pekerja saat ini fokus pada persiapan pondasi, tahapan krusial yang menentukan kekuatan bangunan ke depannya. Surya meminta agar seluruh proses konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kehadiran ruang kelas baru ini diharapkan dapat segera menampung lebih banyak siswa di Kepulauan Nias, daerah yang selama ini membutuhkan perluasan akses pendidikan menengah kejuruan.
Dari pantauan di lapangan, material bangunan mulai berdatangan secara bertahap. Beberapa pekerja tampak sibuk mengukur dan menandai titik-titik struktur. Surya menegaskan bahwa proyek ini harus dilaksanakan sesuai perencanaan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan ini harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Peningkatan sarana pendidikan harus diiringi dengan peningkatan mutu pembelajaran sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter," ujarnya.
Dukungan Program Sekolah Gratis
Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan pada akses pendidikan. Data dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara mencatat, sebanyak 41.876 siswa di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias menerima manfaat dari Program Unggulan Bersekolah Gratis pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp21,48 miliar per semester. Angka ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menghilangkan hambatan biaya pendidikan bagi masyarakat kepulauan.
Surya juga menekankan pentingnya peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia berpesan agar para pendidik dapat menjadi teladan bagi peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, gedung baru tidak akan berarti tanpa diisi oleh tenaga pengajar yang berkualitas dan berdedikasi.
Kepala SMK Negeri 3 Gunungsitoli, Melinus Telaumbanua, menyambut baik pembangunan ini. Ia mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut dan berharap ruang kelas baru tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal. "Kami sangat bersyukur. Selama ini kekurangan ruang kelas menjadi kendala utama dalam menerima siswa baru," ungkapnya.
Artikel Terkait
Doa Bangun Tidur: Bacaan, Keutamaan, dan Waktu yang Tepat untuk Mengamalkannya
Pindad Fokus Kembangkan Mobil, Produksi Motor Listrik Nasional Diserahkan ke Perusahaan Lain
Jaksa Agung Mutasi Rinaldi Umar Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus
Pemerintah Siapkan Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Target Rampung 2028