PARADAPOS.COM - Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur, ditemukan tewas secara tidak wajar di rumah kos di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Sabtu, 13 Juli 2026 pagi. Polda Jambi langsung bergerak, memeriksa empat orang—termasuk tiga anggota polisi—dan menggelar autopsi di RS Bhayangkara Jambi untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang masih diselimuti tanda tanya. Kasus ini kini ditangani bersama oleh Bidang Propam dan Ditreskrimum Polda Jambi, namun belum ada tersangka yang ditetapkan.
Empat Orang Diperiksa, Satu Langsung Ditahan
Suasana di Mapolda Jambi tampak berbeda pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Tiga orang yang diduga kuat merupakan anggota Polres Tanjung Jabung Timur terlihat dibawa menggunakan mobil tahanan menuju Gedung Subdirektorat Provos Bidang Propam. Mereka menjalani pemeriksaan dengan pengawalan ketat, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di lingkungan internal kepolisian.
Selain ketiga polisi tersebut, seorang lainnya yang belum diketahui identitasnya langsung dibawa ke sel tahanan Polda Jambi. Langkah ini menunjukkan keseriusan penyidik dalam mengusut kasus yang mengguncang institusi kepolisian setempat.
Autopsi dan Luka Memar di Tubuh Korban
Brigadir EWS pertama kali ditemukan pada pagi hari, 13 Juli 2026. Di tubuhnya, petugas menemukan sejumlah luka memar yang menimbulkan kecurigaan kuat adanya kekerasan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Jambi untuk diautopsi.
Hasil autopsi masih ditunggu sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Proses ini menjadi kunci dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.
Penyelidikan Gabungan, Belum Ada Tersangka
Kasus ini tidak ditangani setengah hati. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi. Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. "Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta dan penyebab kematian Brigadir EWS," ujarnya.
Pemakaman Kedinasan dan Harapan Keluarga
Setelah proses autopsi selesai, jenazah Brigadir EWS diserahkan kepada pihak keluarga. Pemakaman digelar secara kedinasan, sebuah penghormatan terakhir bagi anggota kepolisian yang gugur dalam tugas.
Prosesi berlangsung dengan suasana duka yang mendalam. Isak tangis keluarga, kerabat, serta rekan-rekan korban pecah di lokasi pemakaman. Mereka semua berharap penyebab kematian Brigadir EWS segera terungkap, membawa keadilan bagi almarhum dan ketenangan bagi yang ditinggalkan.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 0,64 Persen di Awal Perdagangan, Investor Cermati Level Support 6.300
Pengelola Balai Pengobatan Alternatif di Ciamis Jadi Tersangka Usai Telantarkan Pasien ODGJ hingga Tewas
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran jika Kapal AS Diserang di Selat Hormuz
Bitcoin Bertahan di Level Tertinggi Lima Pekan di Tengah Ketidakpastian Regulasi AS dan Ketegangan Geopolitik