PARADAPOS.COM - Kabar mengejutkan datang dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Tak berselang lama, publik dihebohkan dengan unggahan foto dirinya yang duduk di kursi roda. Ternyata, di balik keputusan tersebut, terdapat kondisi kesehatan serius yang sedang ia hadapi: saraf kejepit di ruas L4 dan L5. Hotman bahkan telah menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Singapura dan kini harus kembali ke negara tersebut karena adanya masalah pada luka bekas operasi.
Kabar ini pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram pribadinya. Dalam foto yang beredar, Hotman tampak mengenakan pakaian rumah sakit sambil didorong menggunakan kursi roda. Momen itu sontak menarik perhatian warganet yang ramai-ramai memberikan dukungan dan doa.
"Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di rumah sakit Singapura. Akan OTW Singapura karena ada masalah di luka bekas operasi," tulis Hotman dalam unggahannya yang dikutip, Kamis (23/7/2026).
Meski telah menjalani prosedur operasi, Hotman belum memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi luka pascaoperasi yang dialaminya. Namun, ia memastikan akan kembali terbang ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Tak sedikit dari mereka yang menyisipkan doa dan harapan agar sang pengacara segera pulih.
"Apa pun persoalannya, kita sebagai umat manusia ada baiknya saling mendoakan," tulis salah seorang netizen.
"Cepat sembuh Om Hotman," komentar pengguna Instagram lainnya.
Mengenal Saraf Kejepit L4 dan L5
Saraf kejepit L4 dan L5 adalah kondisi medis yang terjadi ketika akar saraf di antara ruas tulang belakang lumbal keempat (L4) dan kelima (L5) mengalami tekanan. Tekanan ini biasanya disebabkan oleh bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol atau pecah, sehingga menekan saraf di sekitarnya.
Ruas L4-L5 merupakan salah satu area tulang belakang yang paling rentan mengalami gangguan. Hal ini karena bagian tersebut menanggung beban tubuh yang cukup besar dan menjadi pusat pergerakan saat seseorang membungkuk, mengangkat beban, atau memutar badan.
Gejala yang Sering Muncul
Saraf kejepit di area L4-L5 tidak hanya menimbulkan nyeri di punggung bawah. Rasa sakit bisa menjalar ke bagian tubuh lain sesuai dengan jalur saraf yang tertekan. Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:
- Nyeri pada punggung bawah.
- Nyeri menjalar ke bokong, paha, betis, hingga kaki (sciatica).
- Kesemutan atau mati rasa pada tungkai.
- Otot kaki terasa lemah.
- Sulit berdiri atau berjalan dalam waktu lama.
- Nyeri bertambah saat batuk, bersin, atau duduk terlalu lama.
Pada kasus yang berat, penderita bahkan bisa mengalami gangguan dalam mengontrol buang air kecil maupun buang air besar. Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
Penyebab Saraf Kejepit
Ada beberapa faktor yang bisa memicu saraf kejepit di ruas L4-L5. Mulai dari hernia nukleus pulposus (HNP) atau bantalan tulang belakang yang menonjol, proses penuaan yang menyebabkan bantalan menipis, hingga cedera akibat kecelakaan atau olahraga. Kebiasaan mengangkat beban berat dengan posisi yang salah, obesitas, dan duduk terlalu lama tanpa mengubah posisi juga menjadi pemicu umum.
Kapan Operasi Diperlukan?
Sebagian besar kasus saraf kejepit sebenarnya bisa membaik dengan terapi konservatif. Penanganan awal biasanya meliputi obat antinyeri, fisioterapi, latihan peregangan, hingga perubahan gaya hidup. Namun, operasi mulai dipertimbangkan jika nyeri tak kunjung reda setelah beberapa minggu hingga bulan, muncul kelemahan otot yang semakin parah, atau terjadi gangguan fungsi saraf yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, Hotman Paris belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi luka pascaoperasi yang membuatnya harus kembali ke Singapura. Publik pun terus mengirimkan dukungan dan doa agar proses pemulihannya berjalan lancar.
Artikel Terkait
Utang Pemerintah Tembus Rp 477,4 Triliun di Semester I 2026, Tertinggi dalam Setahun
Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia ke Siprus, Diduga Dalang Serangan Terhadap Kepentingan Israel
Pedagang Cilok di Palabuhanratu Viral karena Wajahnya Mirip Lionel Messi
Airlangga Dorong Proyek Migas Strategis Gunakan Insinyur dan Barang Modal Dalam Negeri