Pertamina Catat Kontribusi Rp1.388,9 Triliun ke Ekonomi Nasional Lewat Program P3DN

- Kamis, 23 Juli 2026 | 09:25 WIB
Pertamina Catat Kontribusi Rp1.388,9 Triliun ke Ekonomi Nasional Lewat Program P3DN
PARADAPOS.COM - PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan industri nasional lewat penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026. Acara yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026 ini menjadi panggung bagi perusahaan energi pelat merah tersebut untuk menunjukkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya menjaga ketahanan energi, ajang ini juga bertujuan mendorong Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN), memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Dampak Ekonomi yang Signifikan

Implementasi P3DN di lingkungan Pertamina ternyata memberikan dampak ekonomi yang tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan kajian independen Universitas Indonesia yang dirilis pada 2025, program ini berhasil menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun. Angka tersebut berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp772,9 triliun dan mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja. Sebuah pencapaian yang menunjukkan betapa strategisnya peran BUMN ini dalam perekonomian nasional.

Apresiasi dari Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir memberikan sambutan, menyampaikan apresiasinya secara langsung. Menurutnya, Pertamina merupakan tumpuan perekonomian Indonesia. "Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini," ujar Airlangga.

Visi Menuju Panggung Global

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah. Fokusnya adalah memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah industri, dan mewujudkan kemandirian ekonomi. "Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri. Dengan demikian, setiap proyek energi bukan hanya menghadirkan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia," ungkap Simon.

Sinergi dan Peluang Besar

Sementara itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, memberikan gambaran lebih detail. Ia menjelaskan bahwa skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir membuka peluang besar untuk meningkatkan penyerapan produk dan jasa dalam negeri. Melalui sinergi antara Holding, Subholding, hingga Anak Perusahaan, Pertamina terus mengoptimalkan belanja perusahaan agar memberikan manfaat maksimal bagi industri nasional. "Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal semakin banyak terserap, industri manufaktur akan semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta. Inilah makna sesungguhnya dari Energizing Indonesia—tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Jaffee.

Realisasi Belanja yang Meningkat

Komitmen tersebut bukan sekadar retorika. Sepanjang tahun 2025, realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina mencapai Rp531,5 triliun. Angka ini meningkat 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan (maintenance) yang mencapai Rp309,6 triliun, atau sekitar 58,2 persen dari total realisasi. Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri Pertamina telah mencapai Rp239,9 triliun. Angka ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina berharap dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM. Tujuannya jelas: mempercepat transformasi industri Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar