PARADAPOS.COM - Manajemen Garudayaksa FC tidak hanya menunjuk pelatih kepala baru untuk menghadapi Super League 2026/2027. Mereka juga secara resmi mengumumkan empat asisten pelatih yang akan mendampingi Andik Vermansah dan skuad utama. Satu nama yang langsung mencuri perhatian publik adalah Zulkifli Syukur, mantan bek tim nasional Indonesia yang namanya sudah malang melintang di kancah sepak bola nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan matang tim menuju kompetisi kasta tertinggi yang tinggal menghitung hari.
Zulkifli Syukur: Wajah Lama yang Kembali ke Panggung Sepak Bola
Di antara deretan asisten pelatih yang baru ditunjuk, Zulkifli Syukur menjadi figur yang paling dikenal luas. Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, ini bukanlah nama baru di industri sepak bola Tanah Air. Kariernya sebagai pemain membentang panjang, membela sejumlah klub besar seperti PSM Makassar, Persmin Minahasa, Persib Bandung, dan Mitra Kukar.
Ia juga sempat menjadi bagian dari skuad Garuda pada periode 2010 hingga 2014. Di masa jayanya, Zulkifli dikenal sebagai palang pintu andalan yang nyaris tak tergantikan di lini pertahanan. Ketangguhannya di lapangan membuatnya menjadi salah satu bek yang disegani lawan.
Jejak Trofi dan Pengalaman Lapangan
Pengalaman Zulkifli tidak hanya soal bertahan. Ia pernah merasakan manisnya juara Liga Super Indonesia 2009/2010 bersama Arema Malang. Tak berhenti di situ, gelar Piala Indonesia 2010 juga ia persembahkan untuk klub berlogo singa tersebut. Kini di usia 42 tahun, perannya bergeser dari pemain menjadi mentor di pinggir lapangan. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif taktik dan mentalitas juara kepada para pemain Garudayaksa FC yang akan berlaga di Super League 2026/2027.
Persiapan Menuju Super League 2026/2027
Penunjukan Zulkifli Syukur bersama tiga asisten pelatih lainnya menandai keseriusan manajemen dalam membangun fondasi tim yang solid. Super League 2026/2027 sudah di depan mata, dan Garudayaksa FC tidak ingin kecolongan. Dengan perpaduan pengalaman Zulkifli di level klub dan tim nasional, diharapkan lini belakang tim menjadi lebih kokoh dan disiplin. Atmosfer di ruang ganti pun diprediksi akan lebih hidup dengan kehadiran sosok senior yang pernah merasakan kerasnya kompetisi.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pria Nganjuk Tempuh 11 Negara dengan Jalan Kaki ke Makkah, Pulang dengan Sepeda Hadiah
Puluhan Emak-Emak di Situbondo Grebek Terduga Penipuan Berkedok Pinjaman di Hotel
Prabowo Takjub pada Strategi PKB yang Selalu Pertama Undang Presiden di Harlah Partai
Tempo Dinilai Cederai Independensi Usai Tawarkan Advertorial ke Perusahaan yang Sedang Diberitakan Kritis