Harga Emas Diperkirakan Masih Tertekan, Resistance USD4.125 Jadi Kunci Pelemahan

- Jumat, 24 Juli 2026 | 03:50 WIB
Harga Emas Diperkirakan Masih Tertekan, Resistance USD4.125 Jadi Kunci Pelemahan
PARADAPOS.COM - Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada pekan depan, dengan peluang koreksi yang lebih dominan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa kombinasi sinyal teknikal yang melemah dan sentimen fundamental yang mendukung penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab utama. Pada grafik harian, harga emas telah memasuki fase secondary trend bearish setelah terbentuk pola Bearish Engulfing di area resistance, mengindikasikan tekanan jual kembali mendominasi.

Level Kunci yang Perlu Dicermati

Geraldo menjelaskan bahwa selama harga emas masih bergerak di bawah level resistance USD4.125, pelemahan tetap menjadi skenario utama. "Selama harga masih bergerak di bawah level resistance USD4.125, peluang pelemahan masih menjadi skenario utama pada pekan depan," ungkap Geraldo dalam risetnya, Jumat, 24 Juli 2026. Level support pertama yang akan diuji pasar berada di USD3.996. Level ini dinilai krusial untuk menentukan apakah koreksi bersifat terbatas atau akan berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam. Jika tekanan jual mampu menembus level tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area USD3.942 yang menjadi target support berikutnya. Meski demikian, potensi technical rebound tetap perlu diantisipasi. Indikator Stochastic saat ini bergerak menuju area oversold, membuka peluang kenaikan sementara akibat aksi short covering maupun profit taking oleh pelaku pasar. Namun, Dupoin Futures menilai potensi rebound tersebut belum cukup kuat untuk mengubah tren utama. "Selama belum ada konfirmasi teknikal berupa breakout di atas level resistance atau terbentuk pola pembalikan arah (reversal) yang valid, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi sementara sebelum tekanan jual kembali mendominasi," tutur dia.

Dolar AS dan The Fed Masih Jadi Penentu

Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas pekan depan diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan fundamental global. Perhatian investor akan tertuju pada pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Apabila dolar AS tetap menguat dan imbal hasil obligasi bertahan di level tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil berpotensi menurun. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Sejumlah agenda ekonomi AS diperkirakan menjadi katalis utama yang memengaruhi arah pergerakan emas sepanjang pekan depan. Investor akan mencermati data inflasi, perkembangan pasar tenaga kerja, serta indikator aktivitas ekonomi yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan kinerja yang solid, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Skenario tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus membatasi ruang kenaikan harga emas. "Sebaliknya, apabila data ekonomi mulai menunjukkan perlambatan atau inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga dapat kembali meningkat," papar Geraldo. Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi melemahkan dolar AS dan menjadi sentimen positif bagi harga emas, terutama apabila diikuti meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global.

Geopolitik Tetap Jadi Faktor Risiko

Dupoin Futures juga menilai perkembangan geopolitik global masih menjadi faktor yang perlu dicermati. Meningkatnya ketegangan internasional atau memburuknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong arus dana kembali masuk ke aset lindung nilai seperti emas, sehingga dapat membatasi tekanan penurunan harga. Secara keseluruhan, harga emas diproyeksikan masih berada dalam tren bearish selama resistance USD4.125 belum berhasil ditembus. Peluang pelemahan menuju area support USD3.996 hingga USD3.942 dinilai masih lebih besar. "Namun, investor tetap disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik global karena faktor-faktor tersebut berpotensi mengubah sentimen pasar dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," tutup Geraldo.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar