PARADAPOS.COM - BANDA ACEH. Kehilangan pencari nafkah utama seringkali menjadi pukulan berat bagi ketahanan ekonomi sebuah keluarga. BPJS Ketenagakerjaan merespons tantangan ini dengan menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Balai Pelatihan dan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh. Program ini tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga membekali ahli waris dengan keterampilan praktis seperti menjadi barista, menjahit, dan instalasi listrik dasar, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan potensi ekonomi lokal.
Suasana di BPVP Banda Aceh beberapa waktu lalu tampak berbeda. Alih-alih sekadar menerima santunan, para ahli waris yang ditinggalkan justru sibuk mempraktikkan alat kopi, mesin jahit, dan peralatan kelistrikan. Mereka adalah peserta Program PEKA, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memastikan perlindungan jaminan sosial tidak berhenti pada klaim manfaat.
Lebih dari Sekadar Santunan
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan perlindungan berkelanjutan. Menurutnya, santunan yang diterima ahli waris tidak boleh hanya menjadi penopang kebutuhan jangka pendek. Justru, dana tersebut diharapkan bisa menjadi modal produktif yang didukung oleh peningkatan kompetensi dan pendampingan usaha.
"Bagi kami, perlindungan tidak berhenti ketika santunan diserahkan kepada ahli waris," kata Trisna Sonjaya dalam keterangannya, Jumat (24/7). Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan manfaat tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
"Karena itu, melalui Program PEKA kami membekali para ahli waris dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, maupun mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar Trisna.
Pelatihan Berbasis Kebutuhan Pasar
Pemilihan materi pelatihan tidak dilakukan sembarangan. Trisna menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemetaan berdasarkan potensi ekonomi daerah dan peluang kerja yang memiliki prospek cerah. Keterampilan barista, misalnya, dipilih karena industri kopi di Aceh terus berkembang dan membuka banyak peluang usaha. Demikian pula dengan menjahit dan instalasi listrik, yang dinilai memiliki permintaan pasar yang stabil.
"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para ahli waris memiliki bekal keterampilan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang memperoleh penghasilan, dan pada akhirnya mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri," ungkap Trisna.
Sinergi untuk Masa Depan yang Mandiri
Program PEKA merupakan bagian dari semangat Value Beyond Protection, yaitu menghadirkan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya. Tidak hanya melalui manfaat jaminan sosial, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana memperluas implementasi program ini ke berbagai daerah. Langkah itu akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelatihan, pendampingan, hingga peluang kerja bagi para ahli waris. Dengan demikian, perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bangkit, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Polda Metro Rampungkan Berkas Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi, Segera Dilimpahkan ke Kejati Jakarta
Hotman Paris Dilaporkan Tak Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Penggelapan Terlapor Tewas Terancam Dihentikan
PT Hunian Warisan Bangsa Luncurkan Perumahan HWB Serang dengan Harga Mulai Rp101 Juta
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Eks Jampidsus Febrie Masih Berstatus Saksi Kasus TPPU